From lunch tray to lifelong health: WHO sets global standards for school meals
Dari Nampan Makan Siang Menjadi Kesehatan Seumur Hidup: WHO Tetapkan Standar Global untuk Makanan Sekolah
Geneva, 27 Januari 2026 – Untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi internasional mengenai makanan sehat dan bergizi di sekolah-sekolah di seluruh dunia. Standar baru ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak dan remaja mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal, serta menurunkan prevalensi masalah kesehatan kronis di masa depan.
Standar internasional ini mencakup spektrum berbagai aspek, termasuk komposisi makanan, metode persiapan, kebersihan, dan aksesibilitas. WHO menekankan pentingnya menyediakan makanan yang kaya nutrisi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Standar ini juga mempertimbangkan kebutuhan gizi khusus untuk anak-anak dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti alergi atau intoleransi makanan.
“Makanan yang sehat di sekolah adalah fondasi penting untuk kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang,” ujar Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO dalam siaran persnya. “Standar ini memberikan panduan yang jelas kepada negara-negara untuk meningkatkan kualitas makanan yang disajikan di sekolah dan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh, belajar, dan mencapai potensi penuhnya.”
Salah satu fokus utama dari standar baru WHO adalah mendorong sekolah untuk menggunakan bahan-bahan lokal dan segar. Dengan demikian, diharapkan dapat mendukung petani lokal, mengurangi jejak karbon, dan memberikan kualitas makanan yang lebih tinggi. Selain itu, standar ini juga menekankan pentingnya edukasi gizi yang dimasukkan dalam kurikulum sekolah, sehingga anak-anak dapat memahami nilai-nilai penting dari pola makan sehat.
“Kami percaya bahwa pendidikan gizi berperan penting dalam membentuk kebiasaan makan yang sehat sejak dini,” kata Dr. Francesco Branca, Direktur Departemen Gizi untuk Semua di WHO. “Dengan mengintegrasikan edukasi gizi ke dalam kurikulum sekolah, kita dapat memberdayakan anak-anak untuk membuat pilihan makanan yang tepat dan mengembangkan kebiasaan makan sehat yang akan bertahan seumur hidup.”
Penerapan standar baru ini diharapkan dapat berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat global. WHO memperkirakan bahwa access kepada makanan bergizi di sekolah dapat membantu mengurangi angka stunting, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Perubahan menuju sistem sekolah yang menyediakan makanan sehat dan bergizi membutuhkan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. WHO menekankan pentingnya dukungan dan investasi dari semua stakeholders untuk memastikan penerapan standar ini secara efektif dan berkelanjutan.
Dengan menetapkan standar global untuk makanan sekolah, WHO memberikan langkah penting menuju masa depan yang lebih sehat untuk anak-anak di seluruh dunia. });