Limited access restored to Syria’s Al Hol camp amid security concerns
Akses Terbatas Kembali Diberikan ke Kamp Al Hol di Suriah Menengah Situasi Keamanan
GENEVA – Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendapatkan akses terbatas kembali ke Kamp Al Hol di Suriah dan mulai kembali menyalurkan bantuan penting setelah beberapa hari gangguan akibat kondisi keamanan yang tidak terkendali, demikian ditegaskan oleh Juru Bicara Deputi PBB pada Jumat (23 Januari 2026).
Kamp penampungan di Timur Suriah yang menjamu puluhan ribu pengungsi, sebagian besar perempuan dan anak-anak yang terkait dengan kelompok ISIS, telah mengalami beberapa gelombang kekerasan baru-baru ini. Situasi ini telah menghambat akses bagi para pekerja kemanusiaan dan membuat logistik pengiriman bantuan menjadi sangat sulit.
” Kami telah berhasil kembali ke kamp dengan bantuan pihak berwenang setempat,” ungkap Juru Bicara PBB. “Kami telah memastikan beberapa kelompok dan agen PBB dapat kembali memberikan bantuan penting bagi warga, termasuk makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.”
Visita kembali ini merupakan angin segar bagi para pengungsi di kamp yang sudah cukup lama terisolasi. Kondisi di dalam kamp memang sangat sulit, dengan kekurangan infrastruktur dasar, sanitasi yang buruk, dan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang terbatas.
Namun, Juru Bicara PBB juga menekankan bahwa situasinya tetap sulit dan berbahaya. Ancaman keamanan terus melandasi seluruh operasi humaniter di Suriah, termasuk di Kamp Al Hol.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat dan mitra lainnya untuk memastikan akses aman dan berkelanjutan ke kamp,” tambah Juru Bicara PBB. “Namun, kami juga harus tetap waspada terhadap potensi kekerasan dan ancaman terhadap keselamatan para pekerja kemanusiaan.”
Akses terbatas pada Kamp Al Hol dan potensi kekerasan yang terus berlangsur adalah pengingat akan kompleksitas situasi krisis Suriah. Sebagai salah satu negara yang paling rentan di dunia, akses humaniter di Suriah menghadapi berbagai macam tantangan, dari konflik bersenjata hingga ketidakteraturan politik.
Meskipun Misi PBB untuk Suriah (UNDSS) telah berada di sana sejak 2012 untuk mendukung upaya perdamaian dan pembangunan dan berbagai organisasi internasional lainnya juga turut dalam, keadaan manusia di sana masih jauh dari stabil.
Situasi di Kamp Al Hol khususnya menunjukkan perlunya upaya diplomatik yang lebih intensi untuk mencapai perdamaian permanen di Suriah. Tanpa solusi politik yang komprehensif, jutaan warga seperti di Kamp Al Hol kemungkinan akan terus menderita di tengah kondisi yang penuh dengan ketidakpastian dan membara dengan ancaman kekerasan.