JogjaJateng .com

Living with nature, the climate lesson from Brazil’s caatinga

December 30, 2025 • Jogja jateng
Living with nature, the climate lesson from Brazil’s caatinga

Berdampingan dengan Alam, Pelajaran Iklim dari Caatinga Brasil

USERRA DAS ALMAS, Brazil – Di tengah terik matahari Brasil utara, Maria do Desterro Soares, 64 tahun, tersenyum sambil memasukkan biji-bijian ke dalam kantong keranjang. Tangannya yang renta dengan tanah dan hasil jerih payah, menjari-jarii benih-benih yang dia kumpulkan dari berbagai tanaman di sekitar rumahnya. Pekerjaan ini menjadi penyelamat bagi Maria, yang menghadapi duka mendalam atas kematian putrinya, 29 tahun, beberapa waktu lalu.

Caatinga, padang rumput kering yang membentang luas di wilayah Brasil timur laut, menjadi saksi hidup perjuangan Maria. Di sini, kehidupan berdampingan dengan mekanisme alam yang menantang, diselingi dengan kekeringan panjang dan musim hujan yang singkat. Caatinga, sering dianggap sebagai lahan tandus, menyimpan kekayaan tak ternilai – keunikan dan ketahanan yang dapat menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi perubahan iklim.

“Mempertahankan keanekaragaman hayati adalah kunci utama bagi masyarakat di Caatinga,” jelas Breno Miranda, pakar lingkungan yang meneliti kawasan ini. Ia menambahkan, beragamnya tumbuhan dan hewan di Caatinga, meskipun hidup di kondisi ekstrem, menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan dan adaptasi dalam menghadapi perubahan lingkungan.

Kehidupan di Caatinga memang sederhana, namun telah terbina melalui pengetahuan tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi. Masyarakat Caatinga manfaatkan kekayaan alam dengan bijaksana, membuat louros (sistem irigasi tradisional), menanam tanaman tahan kekeringan, dan mengolah biji-bijian menjadi berbagai produk makanan untuk bertahan hidup.

Maria, dengan tulus, berbagi praktik tradisional yang diapraktekkan. “Kami belajar dari nenek moyang kami, bagaimana memanfaatkan sumber daya alam dengan tepat.” Ia menimpali, “Kami menanam pohon-pohon yang dapat menyelamatkan air, dan tanaman obat untuk kebutuhan kesehatan.”

Pembelajaran dari Caatinga semakin relevan di tengah tantangan perubahan iklim global. Ketahanan di tengah kekeringan, sistem manajemen air berkelanjutan, dan pemahaman tentang hubungan biogeofi merupakan kunci untuk membangun masyarakat yang dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Meskipun tantangan tetap ada, kemajuan positif terlihat di Caatinga. Program-program konservasi dan restorasi akuisisi lahan yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi non-pemerintah mulai menunjukkan hasil. Tanaman-tanaman liar yang hampir punah ditanam kembali, area yang terdegradasi dipulihkan, dan masyarakat terlibat aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem.

“Keberlanjutan masa depan bergantung pada kemampuan kita untuk belajar dari alam,” ujar Breno. Ia menekankan bahwa masyarakat seperti Caatinga, dengan pengetahuan dan praktiknya, menawarkan contoh nyata tentang bagaimana manusia dapat hidup berdampingan dengan alam dan menghadapi perubahan iklim dengan bijaksana.

Cerita Maria dan masyarakat Caatinga menjadi peringatan penting bagi dunia. Di tengah kelaparan pangan dan krisis iklim yang dihadapi, mencari inspirasi dan pembelajaran dari komunitas yang hidup berdampingan dengan alam adalah langkah penting. Melalui adaptasi, ketahanan, dan kerja sama, kita dapat belajar untuk membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan di era perubahan iklim.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us