‘People Reacted to a System of Governance Shaped by Informal Powers and Personal Interests’
‘Rakyat Bereaksi pada Sistem Pemerintahan yang Dipengaruhi Kekuasaan Informal dan Kepentingan Pribadi’
Sofia, Bulgaria – Demonstrasi besar-besaran yang melibatkan para pemuda di Bulgaria belakangan ini menjadi sorotan dunia. Aksi protes ini merupakan puncak dari keresahan dan ketidakpuasan terhadap sistem pemerintahan yang dianggap koroi dan tidak representatif.
CIVICUS, organisasi internasional yang berfokus pada ruang sipil dan hak-hak manusia, berbincang dengan Zahari Iankov, ahli hukum senior di Bulgarian Centre for Not-for-Profit Law, sebuah organisasi nirlaba yang memperjuangkan partisipasi publik dan hak asasi manusia.
Menurut Iankov, protes yang diinisiasi oleh generasi muda ini merupakan reaksi atas sistem pemerintahan yang “dibentuk oleh kekuatan informal dan kepentingan pribadi”. Ia menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, korupsi dan nepotisme telah merajalela di Bulgaria.
“Di satu sisi Anda memiliki elit politik yang telah dikuasai oleh kekuatan informal dan kepentingan pribadi,” ujar Iankov. “Di sisi lain, Anda memiliki warga negara, khususnya kaum muda, yang merasa dirugikan oleh sistem tersebut dan menginginkan perubahan yang signifikan.”
Para demonstran menuntut pergantian kabinet dan reformasi sistem politik yang lebih demokratis. Mereka mengkritik lemahnya hukum dan penegakan hukum di Bulgaria, serta tingkat korupsi yang tinggi. Iankov menekankan bahwa krisis kepercayaan yang dirasakan masyarakat terhadap pemerintah merupakan faktor utama yang mendorong aksi protes ini.
“Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah sudah sangat rendah selama bertahun-tahun,” lanjut Iankov. “Hal ini kemudian memicu perasaan frustrasi dan ketidakabasan, yang akhirnya meletus dalam bentuk demonstrasi luas.”
Lebih lanjut, Iankov menjelaskan bahwa protes di Bulgaria mencerminkan tren global di mana generasi muda menjadi semakin aktif dalam menuntut perubahan politik dan sosial. Mereka termotivasi oleh keyakinan bahwa masa depan mereka terancam oleh status quo.
“Generasi Z di Bulgaria, seperti di banyak negara lain, tidak ingin hidup di dalam sistem yang korup dan tidak adil,” ungkap Iankov. “Mereka menginginkan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan yang benar-benar melayani kebutuhan rakyat.”
Iankov berharap demonstrasi ini dapat menjadi momentum krusial untuk perubahan positif di Bulgaria. Ia menekankan pentingnya dialog dan solusi yang inklusif untuk mengatasi akar permasalahan yang mendasari krisis politik saat ini.
“Pemerintah perlu mendengarkan suara rakyat dan berkomitmen untuk melakukan reformasi yang kongkret,” tegasnya. “Jika tidak, tuntutan perubahan dan gerakan protes akan terus berlanjut.”