JogjaJateng .com

The Suspect Who Attacked Ilhan Omar Is Identified. Here’s What We Know

January 28, 2026 • Jogja jateng

Tersangka Dalam Serangan pada Ilhan Omar Dinyatakan

Minneapolis, MN – Anggota DPR Amerika Serikat (AS) Ilhan Omar dari Minnesota menjadi korban serangan saat acara sesi tanya jawab “town hall” di Minneapolis pada Selasa (24 Januari 2026). Seorang pria menghampiri Omar, menyemprotkannya dengan cairan tak dikenal dari jarum suntik, sebelum akhirnya ditangkap oleh petugas keamanan.

Keesokan harinya, kepolisian Minneapolis mengidentifikasi tersangka sebagai Anthony J. Kazmierczak, 55 tahun. Ia ditahan dengan tuduhan penyerangan tingkat tiga.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat Omar sedang berpidato dan menyerukan pembubaran Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dan pengunduran diri Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, ketika Kazmierczak menerjang dan menyemprot cairan ke arahnya.

Staf yang ada di lokasi kejadian mengatakan bahwa cairan tersebut berbau menyengat. Media lokal melaporkan cairan tersebut berwarna oranye dan memiliki aroma seperti cuka.

Setelah serangan itu, acara sesi tanya jawab sempat dihentikan. Omar, meskipun terlihat terkejut, menegaskan ingin melanjutkan acara dan menghimbau warga Minnesota untuk tetap kuat dan gigih. Ia kemudian mengposting di X (platform sebelumnya Twitter) bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja.

“Momentum ini, di Amerika Serikat dan khususnya di Minnesota, menuntut kita untuk bekerja sama dalam menjaga demokrasi kita. Ketika kita mengatakan kita akan mempertaruhkan jiwa kita untuk apa yang merupakan hak kita, kita serius,” ujar Omar dalam pidatonya setelah serangan.

Polisi masih menyelidiki motif di balik serangan ini. Namun, beberapa catatan online dan sejarah kasus hukum Kazmierczak menggambarkan pola ketegangan politik.

Pada tahun 2010 dan 2009, Kazmierczak telah dihukum atas kasus mengemudi dalam keadaan mabuk. Di akun Facebooknya, Kazmierczak seringkali mengganti foto profilnya dengan gambar Donald Trump dan mengunggah kartun yang mengkritik kebijakan Demokrat.

Pada Januari 2025, sebuah akun Quora dengan nama dan foto profil yang sama dengan akun Facebook Kazmierczak memposting pertanyaan rasis mengenai kewajiban pewaris budak untuk memberikan ganti rugi kepada keluarga tentara Union.

Reaksi terhadap serangan terhadap Omar beragam. Para pejabat lokal di Minneapolis secara bersatu-padu membela Omar dan mengecam pelaku.

“Kejahatan dan intimidasi tidak punya tempat di Minneapolis,” ujar Walikota Minneapolis, Jacob Frey, melalui akun X (platform sebelumnya Twitter)-nya.

Beberapa anggota DPR Republik juga menyuarakan keprihatinan mereka. Wakil Ketua Partai Republik Mark Alford menyatakan keputusasaan di balik serangan tersebut, sementara baik Rep. Lawler dari New York maupun Rep. Nancy Mace dari South Carolina mengecam tindakan kekerasan tersebut.

“Terlepas dari seberapa hebat saya tidak setuju dengan retorika beliau — dan saya memang tidak setuju — tidak ada seorang pun pejabat terpilih yang pantas mendapatkan serangan fisik,” tulis Mace di platform X.

Kasus ini menjadi sorotan dalam konteks meningkatnya polarisasi politik dan kekerasan ucapan di Amerika Serikat.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us