JogjaJateng .com

‘This Anti-LGBTQI+ Bill Can Still Be Blocked – but Only With Sustained International Pressure’

January 2, 2026 • Jogja jateng
‘This Anti-LGBTQI+ Bill Can Still Be Blocked – but Only With Sustained International Pressure’
'RUU Anti LGBT+ Kazakhstan Masih Bisa Diblokir – Namun Hanya dengan Tekanan Internasional yang Berkelanjutan' 

Almaty, Kazakhstan: Kazakhstan menghadapi kontroversi dengan RUU penolakan terhadap orientasi seksual dan identitas gender yang baru-baru ini di permukaan. RUU tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi HAM dan aktivis domestik, karena dianggap akan semakin mengkriminalisasi dan membatasi hak-hak komunitas LGBTQI+ di negara tersebut.

Dalam wawancara eksklusif, Temirlan Baimash, aktivis dan co-founder dari organisasi LGBTQI+ di Kazakhstan, QUEER KZ, mengungkapkan kekhawatirannya atas potensi dampak RUU ini bagi komunitasnya.

“RUU ini akan menciptakan lingkungan yang lebih beracun dan berbahaya bagi LGBTQI+ di Kazakhstan,” ujar Baimash.

Ia menjelaskan bahwa RUU tersebut berpotensi membatasi hak-hak dasar seperti kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkumpul. Praktik diskriminasi dan kekerasan terhadap LGBTQI+, yang sudah ada di Kazakhstan, diprediksi akan semakin meningkat jika RUU ini disahkan menjadi undang-undang.

Baimash menekankan bahwa RUU ini tidak hanya menargetkan komunitas LGBTQI+, tetapi juga mengancam hak-hak semua warga negara yang menginginkan kebebasan dan inklusivitas.

“RUU ini berbahaya bagi seluruh masyarakat karena memperkuat stigma dan fobia terhadap perbedaan,” kata Baimash.

Menurutnya, tekanan internasional memegang peranan penting dalam memblokir RUU ini.

“Dukungan komunitas internasional, baik dari negara maupun organisasi, dapat memberi tekanan kuat kepada pemerintah Kazakhstan. Para pemangku kepentingan internasional harus membuat suara mereka terdengar, menunjukkan keprihatinan mereka atas RUU ini, dan mendesak pemerintah untuk menariknya kembali,” imbaunya.

Baimash berharap bahwa dunia internasional dapat belajar dari kasus-kasus RUU serupa yang telah disahkan di negara lain dan memberikan pelajaran bagi pemerintah Kazakhstan untuk menghentikan proses legislasi ini. Ia juga menyerukan kepada masyarakat Kazakhstan untuk terus bersuara lantang melawan diskriminasi dan memperjuangkan hak-hak semua warga negara, terlepas dari orientasi seksual dan identitas gender mereka.

“Memblokir RUU ini adalah sebuah perjuangan penting untuk keadilan, kesetaraan, dan kebebasan di Kazakhstan. Kami percaya bahwa dunia barat dan timur persahabatan, dengan bekerja sama, dapat membantu menjamin hak-hak dasar bagi semua warga negara di Kazakhstan, termasuk komunitas LGBTQI+,” tutup Baimash.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us