UN chief urges world leaders to ‘get priorities straight’ as New Year message calls for peace over war
Sekjen PBB: Ubah Prioritas Dunia, Prioritaskan Damai Bukan Perang
Jakarta, 30 Desember 2025 – Di penghujung tahun 2025, dunia dihadapkan dengan berbagai krisis global yang kompleks. Di tengah situasi ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk merevisi prioritas mereka dan beralih dari pembiayaan pengrusakan dan perang ke arah pembangunan, perdamaian, dan kesejahteraan rakyat dunia.
Dalam pesan Tahun Baru yang dipancarkan, Guterres menekankan pentingnya kerjasama global dan solidaritas dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia menyerukan agar sumber daya dan tenaga diberdayakan untuk menjembatani jurang kesenjangan, mengatasi perubahan iklim, serta membangun masa depan yang adil dan berkelanjutan bagi semua.
“Tahun 2025 telah menjadi tahun yang penuh tantangan, di mana konflik bersenjata, perubahan iklim, dan ketidaksetaraan semakin menjadi prioritas dunia. Kita perlu mengubah prioritas kita,” ujar Guterres tegas.
Ia melanjutkan, “Kita butuh fokus pada perdamaian dan pembangunan, bukan pada kebencian dan destruksi. Kita butuh berinvestasi pada masa depan bangsa dan generasi mendatang, bukan pada senjata dan peperangan.”
Guterres juga menekankan perlunya komitmen yang kuat dari semua negara untuk mematuhi hukum internasional dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ia menyerukan perdamaian dan penyelesaian damai terhadap konflik, pengakuan hak asasi manusia bagi semua, serta pembatasan penyalahgunaan teknologi yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan global.
“Mari kita bersama-sama membangun dunia yang lebih adil, yang lebih damai, dan yang lebih berkelanjutan,” ajak Guterres kepada para pemimpin dunia. “Saatnya untuk melampaui egoisme dan memprioritaskan kepentingan bersama. Saatnya untuk menjadikan perdamaian bukan sekadar impian, tetapi kenyataan bagi seluruh umat manusia.”
Pesan tahun baru Sekjen PBB ini di tengah tantangan global yang semakin meningkat, memberi sinyal penting bagi para pemimpin dunia. Guterres mendesak agar perdamaian dan pembangunan menjadi fokus utama dalam agenda global. Hubungan internasional yang tulus, kerjasama antarnegara, dan prioritas pada kepentingan bersama, dianggapnya sebagai kunci untuk mencapai masa depan yang lebih cerah bagi seluruh umat manusia.