UN Warns Gaza’s Fragile Improvement Could Reverse Without Sustained Aid and Access
Perbaikan Terhadap Situasi Darurat Gaza Masih Rentan, Peringatkan PBB
UNITED NATIONS, 23 Desember – Meskipun terdapat perbaikan signifikan dalam kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza pasca perjanjian gencatan senjata 10 Oktober, kemajuan ini tetap rentan dan memerlukan perhatian ekstra.
Setelah berhasil mencegah terjadinya kelaparan di beberapa wilayah, PBB dan mitra-mitranya memperingatkan bahwa akses kemanusiaan yang berkelanjutan, aliran bantuan terpusat, dan pemulihan infrastruktur sipil yang krusial adalah kunci untuk mencegah kemerosotan lebih lanjut. Hal ini bisa berdampak jangka panjang bagi populasi Gaza yang sudah sangat dilanda trauma.
“Situasi di Gaza masih sangat mengerikan,” ujar perwakilan UNHCR untuk Timur Tengah, Chris Gunness. “Meskipun gencatan senjata telah membawa peralihan kekaisaran sukarela, kebutuhan dasar 1.1 juta penduduk Gaza masih sangat mendesak.”
Gunness menekankan perlunya akses yang berkelanjutan bagi penyelamat kemanusiaan ke Jalur Gaza, utamanya untuk area yang rusak parah akibat konflik. “Penting bagi kami untuk dapat mencapai semua yang membutuhkan bantuan,” tambahnya. “Tanpa akses yang memadai, jutaan jiwa berisiko kembali ke jurang kemiskinan dan ketidakpastian.”
Perbaikan yang dicapai sejauh ini tidak hanya berhenti pada alokasi bantuan makanan. Israel telah membuka kembali beberapa titik penyeberangan yang sebelumnya ditutup, memungkinkan pengiriman bantuan dan bahan bakar ke Gaza. Aktivitas ekonomi lokal pun mulai berlanjut, meskipun dalam skala terbatas.
Namun, tantangan masih banyak. Selain akses yang sulit, kebutuhan vital seperti air bersih dan listrik masih sangat terbatas. Infrasturuktur kesehatan dan pendidikan juga rusak parah, dan membutuhkan waktu dan sumber daya yang signifikan untuk dibenahi.
PBB juga mendesak masyarakat internasional untuk terus memberikan dukungan keuangan kepada Upaya Kemanusiaan Gaza. “Bantuan finansial tetap menjadi pilar penting bagi mitigasi krisis di Gaza,” ujar perwakilan PBB untuk Palestina, Tor Wennesland. “Diluar memohon bantuan, kita juga perlu bekerja sama untuk menciptakan solusi jangka panjang bagi Gaza, meliputi pembukaan perekonomian, stabilisasi politik, dan pemulihan infrastruktur yang berkelanjutan.”
Ia menekankan bahwa gencatan senjata akan menjadi sia-sia jika tidak disertai dengan langkah nyata untuk memperbaiki kehidupan warga Gaza. “Kami mendesak semua pihak untuk mengambil langkah-langkah konstruktif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan,” pungkasnya. “Hanya dengan kerja sama dan dedikasi bersama, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyat Gaza.”