US actions in Venezuela ‘constitute a dangerous precedent’: Guterres
Aksi AS di Venezuela Menjadi Preseden yang Mengkhawatirkan: Guterres
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan mendalamnya atas ketegangan Jogjajateng.com Amerika Serikat dan Venezuela yang puncaknya terjadi pada Sabtu pagi ketika Presiden Nicolás Maduro dilaporkan ditangkap oleh pasukan khusus AS.
Ketegangan Jogjajateng.com kedua negara telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan AS menerapkan sanksi ekonomi ketat terhadap Venezuela dan mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido. Dalam pernyataan resminya, Guterres menegaskan bahwa aksi AS di Venezuela “merupakan preseden yang berbahaya” dan menyerukan penyelesaian damai terhadap krisis yang melanda negara tersebut.
“Saya sangat prihatin dengan beberapa perkembangan terakhir dalam hubungan Jogjajateng.com Amerika Serikat dan Venezuela, yang mencerminkan tindakan militer yang dapat memperkeruh situasi dan menimbulkan risiko untuk stabilitas regional,” ujar Guterres.
“Saya juga diingatkan akan pentingnya penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan negara,” tambahnya.
Kapten Matt Blevins, juru bicara militer AS, pada Senin mengkonfirmasi bahwa pasukan khusus AS telah menangkap Maduro. Namun, Blevins tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai konteks penangkapan tersebut.
Sejak penangkapan Maduro, pemerintah Venezuela menyatakan bahwa tindakan AS merupakan interensi ilegal dan mengancam stabilitas regional.
Teman-teman Venezuela terbanyak di Amerika Latin Selatan mengecam aksi militer AS. Mengutip sumber diplomatik, Reuters melaporkan bahwa Brasil, Bolivia, dan Cuba telah menyampaikan protes keras kepada AS. Organisasi regional Organisation of American States (OAS), yang dipimpin oleh Luis Almagro, juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan Venezuela.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan politik Venezuela dan hubungan regional. Beberapa analis menyatakan bahwa penangkapan Maduro dapat mengundang campur tangan militer internasional dan memperburuk krisis politik yang sudah berlangsung lama di negara tersebut.
Langkah selanjutnya yang diambil oleh AS dan Venezuela akan menentukan arah perkembangan situasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin mengajukan desakan agar junta militer Venezuela melepaskan pemenjajah kedaulatan mereka dan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat Venezuela.
Guterres dalam pernyataannya menyatakan bahwa PBB akan terus berupaya untuk melakukan dialog dan menemukan solusi damai bagi krisis di Venezuela.
Dari pernyataan Guterres, jelas bahwa aksi AS di Venezuela telah memasuki level yang berbahaya dan menimbulkan kekhawatiran internasional. PBB berharap situasi dapat diselesaikan secara damai dan meminta semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Venezuela.