JogjaJateng .com

What Next? United States Exits Key Entities, Vital Climate Treaties in Major Retreat from Global Cooperation

January 15, 2026 • Jogja jateng
What Next? United States Exits Key Entities, Vital Climate Treaties in Major Retreat from Global Cooperation

AS Mundur dari Perjanjian Iklim dan Organisasi Internasional: Apa Selanjutnya?

Nairobi, Kenya – 15 Januari – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan posisi Amerika Serikat untuk mengurangi keterlibatannya dalam lembaga dan perjanjian internasional yang berfokus pada isu lingkungan, energi, dan iklim. Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintahannya yang telah lama berusaha untuk mengurangi dana dan kerjasama internasional dari program-program perubahan iklim dan energi bersih.

Dengan keluarnya AS dari berbagai entitas penting, seperti Forum Konferensi Pimpinan (FfP) dan Program Mekanisme Pembangunan Berkelanjutan (SDG-F), AS semakin mengalihkan fokusnya dari upaya global untuk mengatasi krisis iklim.

Undoing langkah-langkah multilateral ini, menurut para kritikus, mengancam upaya internasional untuk menangani perubahan iklim dan akan memperburuk dampaknya di seluruh dunia.

Keputusan yangMenuai Demonstrasi Kekhawatiran Global

Keluarnya AS dari forum-forum internasional yang didedikasikan untuk membahas isu lingkungan dan hilir-mulai pencabutan dukungan untuk program-program berbasis lingkungan, menuai reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi internasional.

“Kegagalan AS untuk terlibat secara aktif dalam Forum Konferensi Pimpinan merupakan kerugian bagi seluruh dunia,” ujar perwakilan dari sebuah organisasi lingkungan global. “US akan kehilangan platform penting untuk berkontribusi pada solusi bagi masalah lingkungan kompleks dan krisis iklim.”

Dampak pada Upaya Percepatan Transisi Energi

Program Mekanisme Pembangunan Berkelanjutan (SDG-F) adalah kendaraan penting bagi negara berkembang untuk beralih ke energi bersih. Penarikan AS dari program ini diprediksi akan membatasi akses negara-negara berkembang ke sumber pendanaan dan teknologi yang dibutuhkan untuk transisi ke energi terbarukan.

“Penarikan AS dari SDG-F adalah pukulan keras bagi negara-negara berkembang,” kata pengamat energi. “Ini mempersulit upaya mereka dalam mengatasi pembangkit listrik berbasis fosil dan membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.”

Dorongan untuk Kolaborasi Internasional yang Lebih Kuat

Meskipun sikap Amerika Serikat menuai kritik, berbagai negara dan organisasi internasional semakin menegaskan komitmennya untuk kerjasama global guna mengatasi perubahan iklim. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dan dukungan terhadap solusi yang berkelanjutan.

Dalam pernyataan resmi, sejumlah negara mengatakan, “Kami percaya bahwa kesatuan global diperlukan untuk mengatasi tantangan iklim. Kami akan terus bekerja dengan negara-negara lain untuk mencapai tujuan iklim Paris dan membangun masa depan yang berkelanjutan bagi semua.”

Masa Depan Amerika Serikat dalam Kebijakan Internasional

Perusahaan dan aktivis lingkungan di Amerika Serikat terus mendesak pemerintah untuk kembali ke jalur kerjasama internasional dan mengakhiri langkah-langkah yang dianggap merugikan upaya global untuk pencegahan perubahan iklim.

Keputusan Amerika Serikat untuk mundur dari berbagai perjanjian dan organisasi internasional menjadi titik tolak bagi diskusi penting tentang peran Amerika Serikat di dunia global dan komitmennya terhadap isu-isu lingkungan dan perubahan iklim. Masa depan kerjasama multilateral di bidang lingkungan bakal ditentukan melalui langkah-langkah yang diambil oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia dan negara-negara lain di ASEAN, dalam hal mendukung dan memperkuat regulasi internasional untuk mengatasi krisis iklim.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us