JogjaJateng .com

Who’s Accepted and Who’s Rejected Invites to Join Trump’s Board of Peace

February 19, 2026 • Jogja jateng

Board of Peace Trump: Siapa yang Menerima dan Siapa yang Menolak

Parisan perdamaian yang diusung oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuai reaksi beragam dari berbagai negara. Di awal tahun 2026, Trump mengirimkan undangan kepada lusinan negara untuk bergabung dengan Board of Peace, yang dijanjikan sebagai forum yang akan memecahkan konflik global, dengan fokus utama pada situasi di Gaza.

Donald Trump menyatakan bahwa Board of Peace akan menjadi organisasi paling penting sepanjang masa dan akan berkantor di Trump Tower. Mundi berupaya untuk membangun Board of Peace sebagai alternatif untuk badan dunia yang berpusat organisasi seperti PBB, yang selama ini dianggapnya sebagai kelemahan.

Trump, yang akan menjabat sebagai ketua Board of Peace, mendesak negara-negara untuk bergabung dengan komitmen dana US$ 1 miliar untuk memperoleh keanggotaan permanen dalam board tersebut. Dapat dikatakan, Trump ingin menggunakan Board of Peace sebagai platform untuk kembali memainkan perannya di panggung dunia internasional.

Beberapa negara seperti Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Belarus, Bulgaria, Cambodia, El Salvador, Egipt, dan lainnya telah menyatakan penerimaan terhadap undangan tersebut dan akan menghadiri pertemuan perdana di Washington D.C. pada hari ini, Kamis (14 Februari 2026).

Berbagai negara lain, sebut saja Italia, Jerman, Yunani, Irlandia, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Slovenia, serta Inggris, menyatakan penolakan atau belum siap untuk bergabung dengan Board. Alasan penolakan beragam, mulai dari kekhawatiran soal otonomi dan peranan PBB, hingga munculnya pertanyaan tentang legitimasi dan pengaruh board ini.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bahkan menolak undangan tersebut, dengan argumen bahwa menyertakan Rusia, yang sedang dalam perang dengan Ukraina, dalam board yang berfokus pada perdamaian, merupakan ironi dan tidak masuk akal.

SIGNAL DARIM ROME

Sementara itu, Italia,Meski menyatakan penolakan sementara, akan mengirimkan delegasi ke pertemuan perdana di Washington DC. Kehadiran Italia sebagai pengamat menuai kritik dari oposisi politik di dalam negeri.

Di sisi lain, Vaticano juga menolak undangan tersebut. Sekretaris Negara Vatikan menegaskan bahwa pertimbangan utama dalam situasi krisis internasional tetap pada PBB, sebagai forum utama yang menangani konflik global.

Invitasi Trump untuk bergabung dengan Board of Peace telah memicu perdebatan internasional. Beberapa negara mendukung inisiatif ini, sementara yang lain memandangnya dengan skeptis. Keberhasilan dan pengaruh Board of Peace pada akhirnya akan ditentukan oleh bagaimana negara-negara dunia merespons dan berpartisipasi di dalamnya.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us