JogjaJateng .com

Why You Should Declutter Your Digital Life 

January 28, 2026 • Jogja jateng

Menjernihkan Layar Digital Anda untuk Bumi

Semakin hari, semakin banyak data yang tercipta dan tersimpan dalam perangkat digital kita. Dari screenshot lama hingga spam email dan pesan teks yang sudah tidak terpakai, sampah digital selalu ada di sekitar kita dan mudah kita abaikan. Namun, setiap pesan terkirim, video yang direkam, dan not suara yang disimpan memiliki dampak energi yang bermakna. Penggunaan teknologi bergantung pada transfer data dari perangkat kita ke server yang tersimpan di pusat data. Server-server ini membutuhkan listrik – dan sumber daya alam seperti air untuk kelancaran operasinya.

Data-data terlupakan kita tersimpan di awan, yang meski abstrak, adalah representasi nyata dari server-server di pusat data yang bergantung pada AC dan air untuk tetap dingin. Untuk memastikan akses mudah terhadap semua data kapan saja dibutuhkan, sistem dirancang redundan untuk mencegah gangguan layanan. Menyimpan foto buram dan email sampah, tidak hanya untuk kita, tetapi untuk semua orang, tanpa batas waktu memerlukan sumber daya yang tidak sedikit.

Mengapa Kita Harus Bersihkan Data Digital?

Energi yang dibutuhkan untuk menyimpan 1 terabyte data di awan (setara dengan storage sekitar empat laptop 256 gigabyte) berkisar Jogjajateng.com 40 kWh hingga 300 kWh per tahun. Sebagai perbandingan, menggunakan 60 kWh saja setara dengan mengisi daya smartphone Anda setiap malam selama lebih dari enam tahun. Sementara itu, pusat data besar dapat mengonsumsi hingga 5 juta galon air per hari, setara dengan penggunaan air harian kota dengan populasi 10.000 hingga 50.000 jiwa.

Dampak lingkungan ini menjadi alasan pemerintah Inggris beberapa waktu lalu, di tengah kekeringan, menghimbau masyarakat untuk menghapus foto-foto lama, screenshot usang, dan email spam yang tidak penting. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi beban pada pusat data dan melindungi lingkungan.

Bagaimana Cara Melakukannya?

Menemukan waktu-waktu kecil, seperti mendedikasikan waktu perjalanan pulang kerja untuk menghapus foto lama atau menyeimbangkan pembersihan kotak masuk setelah pekerjaan harian, dapat membantu Anda memulai. Anda juga dapat menargetkan lima menit setiap hari untuk melihat apa yang bisa Anda capai.

Membuat kebiasaan secara berkala, seperti menjadwalkan waktu sebulan sekali untuk membersihkan data digital, dapat membantu tugas ini terasa lebih ringan.

Tata Letak yang Lebih Besar

Mengingat kita hidup di era serba digital, sulit untuk menghindari berbagai aktivitas online. Memikirkan jejak karbon digital terasa melelahkan dan sulit menentukan persis ukurannya. Estimasi karbon dioksida yang dilepaskan dapat berbeda-beda tergantung pada aktivitasnya. Misalnya, mengirim dan menerima email dapat menggunakan Jogjajateng.com 0,03 hingga 26 gram karbon tergantung pada panjang dan jumlah penerima.

Yang lebih signifikan adalah jejak karbon yang dihasilkan dari proses manufaktur produk teknologi tersebut. “Seharusnya kita fokus pada karbon yang terikat di manufaktur produk [yang kita gunakan],” ujar Mike Berners-Lee, penulis buku How Bad Are Bananas?: The Carbon Footprint of Everything. “Kebutuhan energi yang digunakan oleh smartphone atau komputer kita sepanjang masa pakainya lebih kecil dampaknya.”

Oleh karena itu, penting untuk bijak saat membeli produk baru dan memaksimalkan masa pakainya. “Belilah produk fisik yang lebih sedikit dan pastikan produk tersebut tahan lama,” sarankan Berners-Lee.

Saat membeli produk baru, pertimbangkan untuk menggunakan opsi yang lebih hemat lingkungan seperti membeli secara preloved dari kelompok buy nothing , toko bekas, atau keluarga dan teman-teman. “Belilah barang bekas jika memungkinkan, dan cobalah untuk menyisihkan barang-barang usang dari hidup Anda,” tambahnya.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us