JogjaJateng .com

20 Perwira Angkatan Udara Malaysia Terlibat Skandal Maksiat “Yeye” di Barak

January 11, 2026 • Jogja jateng
20 Perwira Angkatan Udara Malaysia Terlibat Skandal Maksiat "Yeye" di Barak

20 Perwira Angkatan Udara Malaysia Terlibat Skandal “Yeye” di Barak

KUALA LUMPUR – Kemungkinan melibatkan 20 perwira, dugaan skandal aktivitas tidak bermoral dalam Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (TUDM) telah mencuat. Aktivitas yang dikenal sebagai “budaya yeye” disebut sebagai praktik yang merugikan dan merusak moral institusi militer tersebut.

Informasi mengenai skandal tersebut pertama kali diungkap oleh Ketua Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia (MCMC) Malaysia, Yang Berbahagia, Tan Sri Mohamad Madani Sahari. Dihadapan Komisi Seleksi Anti-Khayalan Negara (Jawatankuasa Pembantaian Khayalan Negara atau JPKN), Mohamad Madani menjelaskan bahwa MCMC telah menerima banyak laporan dan bukti terkait aktivitas “Yeye”.

Mohamad Madani menyatakan bahwa MCMC tidak memiliki kewenangan untuk menginvestigasi langsung kasus ini. Namun, pihaknya berjanji akan memberikan semua informasi dan bukti yang mereka miliki kepada pihak berwajib agar dapat menindaklanjuti laporan tersebut.

Praktik “Yeye” sendiri dikabarkan melibatkan perilaku eksploitatif, pelecehan seksual, dan penyalahgunaan wewenang di dalam lingkungan barracks TUDM. Praktik ini diduga melibatkan perwira militer yang mengedarkan video porno dan memaksa wanita untuk berpartisipasi dalam aktivitas seksual.

Kasus ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk anggota parlemen dan kelompok pembela hak asasi manusia. Mereka mendesak agar pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku dan mengungkap seluruh kebenaran di balik skandal ini.

Harapan Peduli dan Penanganan Tegas

Anggota parlemen dari oposisi, Mujahid Yusof Rawa, mempertanyakan adakah norma dan moral dalam lingkungan militer Malaysia. Menurutnya, jika benar bahwa 20 perwira terlibat dalam skandal ini, maka hal itu merupakan pembangkangan terhadap kode etik dan hukum yang berlaku.

“Kemana arah moral dan disiplin Angkatan Udara Malaysia? Jika laporan ini benar, maka ini adalah satu tumpahan air muka bagi Angkatan Udara,” ujar Mujahid.

Sementara itu, seorang aktivis hak asasi manusia, Siti Kasim, juga mendesak agar kasus ini ditangani dengan serius. Siti menyatakan bahwa skandal ini menunjukkan adanya pelanggaran hak asasi manusia di dalam militer Malaysia.

“Kita semua ingin melihat agar kasus ini ditangani secara profesional dan transparan. Semua pelaku harus dihukum sesuai dengan undang-undang,” tegas Siti.

TUDM Menjanjikan Investigasi

Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pertahanan, masih belum memberikan pernyataan resmi terkait skandal ini. Namun, pihak Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (TUDM) telah menjanjikan akan melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan aktivitas ini.

Juru bicara TUDM menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan// perilaku seperti ini mengaburkan citra positif dan profesionalisme Angkatan Udara Kerajaan Malaysia.

“TUDM menempatkan nilai-nilai etika dan disiplin sebagai pondasi bagi setiap anggota, dan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran,” ujar juru bicara TUDM.

Kesimpulan

Skandal “budaya yeye” dalam TUDM merupakan sebuah kasus yang serius dan harus ditangani dengan transparan dan profesional. Pemerintah dan pihak militer perlu bekerja sama untuk mengungkap kebenaran di balik kejadian ini dan memastikan bahwa semua pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Selain itu, tindakan preventif perlu dilakukan untuk menghindari terulangnya kasus serupa di masa depan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us