Banjir Rendam Desa di Kalsel, Hampir 3.000 Warga Dievakuasi Tim SAR
Banjir Rendam Desa di Kalsel, Hampir 3.000 Warga Dievakuasi Tim SAR
HULU SUNGAI SELATAN, KALIMANTAN SELATAN – Banjir yang terjadi di Desa Pariangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mengakibatkan hampir 3.000 warga terpaksa mengungsi. Hingga Sabtu (27/12/2025), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 2.895 warga dari lokasi terdampak banjir.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari mengakibatkan Sungai Batanghari meluap dan membanjiri sebagian besar wilayah Desa Pariangan. Peningkatan volume air sungai ini membuat genangan banjir mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter. “Kabupaten Hulu Sungai Selatan alami curah hujan tinggi, mengakibatkan beberapa sungai di wilayah ini meluap. Salah satunya Sungai Batanghari, memicu banjir di Desa Pariangan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hulu Sungai Selatan, Masriawan.
Evakuasi warga dilakukan intensif sejak dini hari oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan masyarakat. Warga dievakuasi menggunakan perahu karet dan truk. Mereka kemudian diungsikan ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan di bangunan sekolah dan beberapa rumah penduduk.
“Kita prioritaskan evakuasi warga yang tinggal di daerah terdampak banjir paling parah. Selain itu, kita juga menyediakan bantuan logistik bagi para pengungsi,” jelas Koordinator Tim SAR, Riko.
Di lokasi pengungsian, para pengungsi tampak tampak pasrah dengan situasi yang mereka hadapi. Meskipun merasa khawatir akan dampak banjir, namun mereka bersyukur bisa mendapatkan tempat berlindung dan bantuan dari pihak berwenang.
“””Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada Tim SAR yang telah membantu kami. Kami kini merasa lebih tenang karena menemukan tempat dan bantuan yang dibutuhkan,” ujar salah satu pengungsi, Ani, dengan wajah lelah.
Membantu pemerintah, sejumlah organisasi sosial juga turun tangan untuk memberikan bantuan logistik dan kebutuhan pokok bagi para korban banjir. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan disalurkan langsung ke lokasi pengungsian.
BPBD Hulu Sungai Selatan terus memantau perkembangan banjir dan melakukan upaya penanganan bencana. Tentunya, diharapkan situasi ini dapat segera teratasi dan warga desa dapat kembali ke rumah masing-masing.
Masriawan menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan bekerjasama dengan aparat terkait dalam penanganan banjir. Ia juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam di masa mendatang, dan melakukan pencegahan sejak dini.