Berangkat Antar Bansos, Kapal Terbalik di Sulsel! Camat dan Nakes Tewas
Berangkat Antar Bansos, Kapal Terbalik di Sulsel! Camat dan Nakes Tewas
Palu, Sulawesi Selatan – Tragedi menyelimuti Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, akibat terbaliknya kapal motor (KM) Fitri Jaya pada Senin (27/12) pagi. Kapal yang mengangkut sembako dan tim kesehatan menuju Pulau Podang-Podang untuk meneruskan penyaluran bantuan sosial (Bansos) disambar ombak besar dan akhirnya terbalik.
Hujan deras dan angin kencang yang menerpa wilayah tersebut menjadi faktor utama menyebabkan kejadian tersebut. Akibat kejadian ini, tiga penumpang kapal tewas, termasuk Camat Pulau Pandang-Padingan, Andi Andi dan dua nakes yang ikut dalam misi penyaluran Bansos.
Kepala SAR Wilayah
Sulsel Andi Rizky Sugianto menyebutkan, pihaknya menerima laporan awal pukul 09.00 WITA tentang terbaliknya KM Fitri Jaya. Upon receiving the report, a team consisting of SAR personnel and local volunteers were immediately dispatched to the scene. Gerakan cepat dilakukan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan para penumpang.
“Kami mendapat laporan bahwa kapal KM Fitri Jaya terbalik di perairan Pulau Podang-Podang. Kita langsung turun ke medan dengan tim SAR dan relawan setempat untuk melakukan evakuasi,” jelas Andi rizky kepada awak media.
Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam. Selain tiga korban jiwa, enam penumpang lainnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Pelabuhan Benteng. Saat ini, mereka mendapatkan perawatan medis dan dokumentasi guna mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Andi Andi, Camat Pulau Pandang-Padingan, terkenal dengan dedikasinya dalam melayani masyarakat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi penduduk setempat.
“Beliau (Andi Andi) sosok pemimpin yang sangat peduli kepada masyarakat, selalu ada untuk mereka dalam segala keadaan,” ujar salah satu tetangga Andi Andi.
Menyoroti Kondisi Darurat di Perairan
Tragedi ini menyoroti kondisi darurat yang mengancam keselamatan masyarakat di wilayah perairan. Komite Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kabupaten Kepulauan Selayar menyampaikan bahwa bencana alam seperti banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi sering terjadi di wilayah tersebut. Hal ini menuntut upaya pemerintah dalam memprioritaskan keselamatan masyarakat, terutama saat mereka beraktivitas di perairan.
“Keadaan ini menjadi perhatian kita, kami berharap adanya langkah konkret dari pemerintah terkait keselamatan masyarakat di wilayah perairan,” ungkap Kepala KPBD Kabupaten Kepulauan Selayar.
Tragedi KM Fitri Jaya mendorong perlunya peningkatan keamanan dan sarana transportasi bagi masyarakat. Kesadaran dan upaya bersama dalam menghadapi bencana alam juga menjadi penting guna mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.