Berangkat Antar Bansos, Kapal Terbalik di Sulsel! Camat dan Nakes Tewas
Berangkat Antar Bansos, Kapal Terbalik di Sulsel! Camat dan Nakes Tewas
Pulau Kaledupa, Sulawesi Selatan – Tragedi kecelakaan laut kembali terjadi di Sulawesi Selatan. Kapal motor (KM) Fitri Jaya yang berangkat untuk mengantar bantuan sosial (bansos) ke Pulau Kaledupa, terbalik di perairan Pulau Podang-Podang pada Selasa (27/12) siang. Kejadian ini menyebabkan tiga penumpang, termasuk Camat Kaledupa dan tenaga kesehatan (nakes) mangkat dunia.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, KM Fitri Jaya mengangkut sejumlah barang bantuan sosial dari Kabupaten Bone menuju Pulau Kaledupa. Kapal tersebut dijalankan dengan 8 orang penumpang, yang terdiri dari satu orang camat, dua anggota tim kesehatan, seorang kepala desa, satu supir, dan tiga keluarganya.
“Saat kejadian, cuaca sedang cerah dan laut relatif tenang,” ungkap salah seorang warga setempat, Aang, yang ikut dalam operasi penyelaman untuk mencari korban.
Aang menjelaskan bahwa kapal tersebut tiba-tiba terbalik di tengah perjalanan, diduga karena ombak besar yang tiba-tiba muncul. “Tidak ada tanda-tanda peringatan sebelumnya. Kapal langsung terbalik dan beberapa penumpang sempat terombang-ambing di laut,” tambahnya.
Keder, Sesi Penyelamatan Dimulai
Kapal ini terbalik sekitar pukul 13.00 WITA. Mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut, pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera bergerak untuk melakukan operasi penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung tegang karena lokasi kejadian terbilang jauh dari daratan dan kondisi ombak yang belum menentu.
Tim gabungan, dikomandoi oleh Basarnas, diterjunkan untuk mengevakuasi korban. Penyelamatan dilakukan intensif hingga sore hari. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk memastikan semua korban telah dievakuasi.
“Kami telah menemukan tiga korban tanpa tanda-tanda kehidupan,” ungkap Kepala Basarnas Kelas II Makassar, Ari Rizal, saat dikonfirmasi melalui telepon. Perempuan bernama Busriyani (48), seorang tenaga kesehatan, dan Camat Kaledupa Teguh Hartanto ikut tewas dalam tragedi ini.
Rizal menyebutkan bahwa pencarian terhadap dua orang penumpang lainnya masih terus dilakukan. Kondisi cuaca hingga kini masih belum memungkinkan.
Pemimpin Desa dan Keluarga Terlibat
Sementara itu, Kepala Desa Balu dan keluarganya yang juga penumpang KM Fitri Jaya, berhasil diselamatkan. Mereka saat ini berada dalam kondisi selamat dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bone untuk mendapatkan perawatan intensif.
Trajedi KM Fitri Jaya menjadi sorotan serius bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Terutama, mengingat tugas mulia yang coba dijalankan para korban.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kita berharap di tengah musibah ini, proses evakuasi dan pencarian korban dapat berjalan lancar,” ujar seorang warga Bone kepada media.
Kepolisian dan Basarnas masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.