Bolehkan Melihat Organ Intim Pasangan Saat Berhubungan? Begini Jawaban Ustaz Khalid Basalamah
Bolehkan Melihat Organ Intim Pasangan Saat Berhubungan? Begini Jawaban Ustaz Khalid Basalamah
Jakarta – Dalam hubungan suami istri, berbagai aspek, termasuk privasi dan eksplorasi, perlu dijalani dengan seksama. Salah satunya mengenai boleh tidaknya melihat organ intim pasangan selama berinti. Soal ini kerap menimbulkan pertanyaan dan beragam pendapat di kalangan masyarakat.
Ustaz Khalid Basalamah, seorang ulama dan pengasuh pesantren, dalam salah satu kajiannya memberikan pandangan terkait batasan dalam hubungan suami istri. Ia menekankan bahwa melihat organ intim pasangan bukan hal yang haram jika dilakukan dalam konteks yang halal dan sesuai dengan syariat Islam.
“Memang ada istilah bahwa suami isteri boleh saling melihat. Namun, lihatlah dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami jibewa pasangan. Jangan sampai melihat menjadi bahan syahwat yang berlebihan dan menimbulkan hal-hal yang tidak baik,” ungkap Ustaz Khalid.
Menurutnya, memandangi organ intim pasangan dalam hubungan seksual seharusnya merupakan bagian dari proses saling mengenal dan menghargai. “Ketika suami dan istri saling memandangi, lihatlah dengan penuh hormat dan cinta. Jangan sekali-kali menjadikan melihat organ intim sebagai sesuatu yang semata-mata untuk memuaskan nafsu.
Definisi Halal & Haram dalam Kontesualisasi Privasi
Ujang Komarudin, seorang konsultan keluarga, menambahkan bahwa konteks adalah kunci dalam menentukan halal atau haramnya suatu tindakan. “Dalam Islam, banyak hal yang punya batasan dan spesifik. Kita tidak boleh membicarakan secara umum bahwa hal A haram, atau hal B halal, tanpa mempertimbangkan kondisinya. Melihat organ intim pasangan bisa dilatarbelakangi oleh berbagai niat, sehingga penting untuk mempertimbangkan niat dan konteksnya,” ucap Ujang.
Ia juga menekankan bahwa komunikasi dan kesepakatan bersama di Jogjajateng.com pasangan sangat penting dalam menentukan batasan dan privasi dalam hubungan. “Sebaiknya suami dan istri terbuka berdiskusi mengenai apa yang nyaman dan tidak nyaman bagi masing-masing. Komunikasi yang baik dan jujur akan menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis.”
Pentingnya Kesadaran & Perilaku Manusiawi
Di samping penjelasan hukum Islam, aspek kesadaran dan perilaku manusiawi juga patut dipertimbangkan. Perilaku seksual yang moral dan sehat harus selalu diutamakan.
“Menghargai privasi pasangan dan batasannya adalah bagian dari sikap manusiawi yang baik. Yang terpenting, semua tindakan, termasuk dalam hubungan intim, harus dilakukan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan cinta,” ujar Psikolog Marina Susanto.
Memang benar bahwa ada hukum dan aturan yang mengatur hubungan suami istri. Namun, yang perlu diingat bahwa realitas hubungan setiap pasangan beragam.
Komunikasi yang terbuka, rasa hormat, dan kesadaran diri sangat berperan dalam menentukan batasan yang sehat dalam hubungan intim.