JogjaJateng .com

Diduga Tewas karena Bullying, Makam Pelajar Mts di Brebes Dibongkar untuk Diautopsi

December 21, 2025 • Jogja jateng
Diduga Tewas karena Bullying, Makam Pelajar Mts di Brebes Dibongkar untuk Diautopsi

Diduga Tewas karena Bullying, Makam Pelajar Mts di Brebes Dibongkar untuk Diautopsi

Brebes, Jawa Tengah – Kematian Azka Rizki Fadholi (11), pelajar kelas VII MTs Miftahul Ulum Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Kematian Azka yang terjadi pada Sabtu kemarin (21/12) setelah mengeluh sakit perut mendadak, diduga kuat akibat tindak bullying yang diterima di sekolah. Kecurigaan ini membuat otoritas berniat melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

“Dugaan awal, kematian Azka terjadi akibat bullying di sekolah. Namun, kita masih menyelidiki lebih lanjut,” ujar Kasatreskrim Polres Brebes, AKP. Bimo Nugroho, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (24/12).

Azka, menurut keterangan orang tuanya, mengeluhkan sakit perut sejak Jumat (20/12). Perutnya terasa nyeri dan terus-menerus tidak kunjung hilang. Jumat sore, ia bahkan sudah tidak bisa beraktivitas dan hanya terbaring lemah di rumah.

“Kita sempat bawa ke puskesmas tanggal 20 Desember malam, tapi belum ada perkembangan yang signifikan. Gilangnya, Minggu kita mau ikut pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, tapi Azka sudah tidak sadarkan diri,” ungkap Saidatul, ibu Azka, lirih.

Meninggalnya Azka di usia belia dan dengan kondisi yang masih samar ini memicu kegelisahan di kalangan masyarakat Brebes. Keluarga Azka meminta kepolisian untuk menyelidiki lebih dalam penyebab kematian sang anak dan memastikan apakah kasus bullying terlibat.

“Kami berharap agar kepolisian bisa melakukan penyelidikan yang tegas dan transparan terkait kematian Azka. Kami ingin tahu pasti apa yang terjadi, apakah benar karena bullying atau ada hal lain,” tutur ayah Azka, Nurkholis, dengan nada putus asa.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian Azka, tim dari Puskesmas Larangan dan RSUD Brebes bersama pihak kepolisian kembali mengulik kasus ini. Manajemen sekolah setempat juga telah memberikan keterangan mengenai kronologis kejadian dan memastikan akan kooperatif dengan proses penyidikan.

Dalam upaya mengungkap misteri kematian Azka, pihak kepolisian dibantu tim dokter forensik melakukan autopsi terhadap jenazah azka. Autopsi diadakan di rumah duka pada Selasa siang (24/12) setelah pihak keluarga memberikan izin. Hasil autopsi yang diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai penyebab kematian Azka.

“Selain autopsi, kami juga akan memeriksa orang-orang yang menjadi saksi dan terkait dengan kejadian ini. Kami bertekad untuk mengungkap kasus ini dengan transparan dan adil,” tegas AKP Bimo Nugroho.

Dalam kasus ini, Polres Brebes meminta peran serta masyarakat untuk memberikan informasi yang membantu penyidikan. Kasus ini menjadi spotlight penting bagi penanganan kasus bullying di kalangan pelajar.

Pelajari lebih lanjut bagaimana masyarakat dapat berperan dalam mencegah bullying dan memberikan dukungan bagi korban bullying

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us