El Clasico Berujung Petaka, Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
El Clasico Berujung Petaka, Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
Madrid – Real Madrid resmi mengumumkan pemecatan pelatih mereka, Xabi Alonso, di tengah gejolak pasca kekalahan telak dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Keputusan diambil setelah rapat darurat di markas Santiago Bernabeu, Senin (19/8).
Kekalahan 0-3 dari Barcelona, pada hari Minggu (18/8), menandai akhir dari era Alonso di Real Madrid. Kekalahan ini bukan hanya signifikan karena tim Barcelona lah yang berjaya dalam pertandingan El Clásico ini, tetapi juga menjadi kekalahan kedua berturut-turut dengan skora telak untuk Madrid dalam babak final turnamen resmi musim ini. Sebelumnya, mereka juga kalah dari Manchester City di final Liga Champions.
Kinerja Alonso menjadi pelatih Madrid sejak musim lalu kerap menuai kritik. Meskipun berhasil membawa gelar Piala Raja Spanyol, tim asuhannya tidak mampu mencapai konsistensi yang diharapkan, apalagi di kompetisi utama seperti Liga Spanyol dan Liga Champions.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menyatakan kekecewaan mereka atas hasil akhir musim lalu dan memastikan bahwa skuad yang mereka miliki punya potensi untuk meraih hasil lebih baik. “Kami tidak bisa menerima hasil seperti ini, terutama melawan rival utama kami,” ujar Perez dalam konferensi pers. “Kami memiliki tim yang luar biasa, dan kami yakin bahwa kami bisa mencapai lebih banyak lagi. Kami membutuhkan perubahan untuk mencapai tujuan kami.”
Keputusan ini mengejutkan banyak kalangan, mengingat pelatih asal Spanyol ini masih memiliki kontrak berdurasi beberapa tahun. Daha-dah ini, tersiar isu mengenai ketidakpuasan Santiago Solari, mantan asisten pelatih Real Madrid, terhadap sistem yang diterapkan Alonso.
Meskipun belum ada keputusan resmi mengenai pengganti Alonso, beberapa nama mulai dikaitkan, seperti Antonio Conte dan Mauricio Pochettino. Perez memastikan bahwa proses pencarian pelatih baru telah dimulai dengan serius.
“Kami akan mencari pelatih yang mampu membawa Real Madrid kembali ke puncak, yang mampu membangun tim yang kompetitif dan konsisten,” tegas Perez.
“Xabi Alonso adalah seorang profesional yang kami hormati, tetapi pada akhirnya, ini adalah bisnis sepak bola. Kami harus membuat keputusan yang terbaik untuk masa depan klub.”
Xabi Alonso sendiri merespon pemecatannya dengan pernyataan resmi melalui akun media sosialnya. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Real Madrid atas kesempatan yang diberikan dan berharap tim dapat kembali bersaing di tingkat tertinggi.
“Saya sangat sedih dengan situasi ini,” tulis Alonso dalam pernyataannya. “Namun, saya mengerti bahwa keputusan ini sudah diambil berdasarkan kinerja tim. Saya sangat berterima kasih kepada Real Madrid dan para pemain atas kesempatan dan dukungan mereka selama saya menjadi pelatih.”
Pemecatan Alonso menunjukkan bahwa Real Madrid memberikan prioritas yang tinggi untuk gelar dan membuahkan rasa kecewa akibat kurangnya kontribusi berarti Alonso bagi tim. Kini, besar harapan para pendukung Madrid bahwa pelatih baru dapat membawa perubahan positif pada tim dan membawa kembali kejayaan Real Madrid.