Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Diincar Tunisia dan Bisa Hadapi Timnas Belanda di Piala Dunia 2026
Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Diincar Tunisia dan Bisa Hadapi Timnas Belanda di Piala Dunia 2026
Setelah resmi didepak dari kursi pelatih Timnas Indonesia, nama Patrick Kluivert kembali mencuat. kali ini ia diincar Tunisia yang tengah mempersiapkan diri untuk tampil di Piala Dunia 2026, dan berpotensi menantang Belanda yang dipimpin oleh Ronald Koeman.
Masa kerja Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia harus berakhir lebih cepat daripada yang diharapkan. Jenayah hasil undian FIFA Rising Stars di Kuwait yang gagal dan kandasnya harapan melaju ke fase berikutnya dalam turnamen menjadi penentu akhir dari perjalanan keduanya. Meskipun berhasil membawa Timnas Indonesia meraih kecepatan permainan yang signifikan dan mengubah skema strategi, hasil negatif akhirnya menjadi pertimbangan utama PSSI.
Keputusan PSSI merombak tim pelatih ini ditanggapi dengan rasa duka oleh sektor loyalis Kluivert. Namun, di tengah gejolak tersebut, kabar positif mulai mengindikasikan bahwa mantan striker AS Roma dan Barcelona ini masih dicari sosok rampung dan berpengalaman di dunia sepak bola internasional.
Timnas Tunisia, yang berhasil meraih tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, tengah mencari pelatih baru setelah masa jabatan Jalel Kadri berakhir. Kepindahan Kluivert ke Tunisia akan menjadi sebuah cerita menarik bagi dunia sepak bola.
“Patrick Kluivert adalah sosok yang ideal untuk memimpin tim karena pengalaman dan reputasinya di kancah internasional,” ujar Arfaoui, jurnalis sepak bola Tunisia, dalam sebuah wawancara eksklusif. “Menurutnya, Indonesia memberikan pengalaman berharga baginya untuk memahami sepak bola di Asia. Kemauan untuk mempelajari budaya baru dan filosofi permainan Asia menjadi modal besar bagi Kluivert, dan kita yakin ia dapat membangun Timnas Tunisia menjadi sesuatu yang lebih besar.”
Jika Kluivert resmi bergabung dengan Tunisia, ini akan menjadi momen yang penuh makna bagi mantan pemain Timnas Belanda tersebut. Ia berpotensi untuk menghadapi timnas negeri asalnya, Belanda yang dipimpin oleh Ronald Koeman, di fase grup Piala Dunia 2026. Sebuah turn Agensi yang pelik, namun bakal semakin istimewa bagi Kluivert dan menjadikan Tunisi juga menjadi satu-satunya tim di dunia yang menghadapi dari kedua tim ternama, Indonesia dan Belanda di satu ajang internasional.
Meski perjalanan bersama Timnas Indonesia berakhir tragis, Kluivert telah menorehkan banyak hal positif. Ia membawa semangat baru, taktik modern, dan alih-alih fokus pada hasil yang instan, ia berusaha untuk mengembangkan dasar sepak bola berkualitas di jenjang panjang.
Masa depan Patrick Kluivert masih dipenuhi peluang. Tunisi dengan Piala Dunia 2026 sebagai panggungnya bisa menjadi kesempatan baru bagi tehnical director sekaligus pelatih untuk kembali ke kancah internasional dan membuktikan kemampuannya di atas dunia sepak bola.