Greenland: Kami Tak Ingin Jadi Orang Amerika Serikat
Greenland: Kami Tak Ingin Jadi Orang Amerika Serikat
Nuuk, Greenland – Lima partai politik utama di Greenland menyatakan secara tegas bahwa mereka tidak menginginkan daerah otonom Denmark ini menjadi bagian dari Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul menyusul laporan dan spekulasi yang melonjak beberapa waktu terakhir mengenai potensi bagi AS untuk mengakuisisi Greenland, sebuah pulau kepulauan di wilayah Arctic yang kaya akan sumber daya alam.
Pernyataan ini dibacakan bersama oleh para pemimpin dari Inuit Ataqatigiit, Siumut, Demokraterne, Atassut, dan Naleraq dalam sebuah konferensi pers di Nuuk, ibukota Greenland. Mereka menegaskan bahwa Greenland adalah bagian yang tak terpisahkan dari Denmark dan terus berkomitmen pada hubungan erat yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
“Greenland memiliki identitas dan sejarah sendiri yang telah kokoh dibangun selama berabad-abad,” kata Mute Bourup Egede, pemimpin partai Inuit Ataqatigiit. “Kami menghormati Amerika Serikat, tetapi kami tidak menginginkan perubahan status politik kami. Dampak geopolitik merebut bagian dari wilayah kami sangatlah besar, dan kami percaya bahwa perkuat hubungan dengan Denmark adalah jalan terbaik untuk masa depan Greenland,” ujarnya.
Kelima partai ini merupakan kekuatan politik dominan di Greenland. Mereka menyatakan kekhawatiran atas kemungkinan kolonisasi dan eksploitasi sumber daya alam Greenland oleh AS. Beberapa agitator di Greenland sempat merasa tertarik pada proklamasi AS yang menawarkan bantuan finansial dan infrastruktur, tetapi mayoritas rakyat Greenland merasa bahwa hal tersebut lebih merupakan bentuk manipulasi daripada bantuan yang tulus.
Mendapatkan suara penuh dari masyarakat Greenland menjadi penting bagi para pemuka politik ini. Pemerintah Denmark, yang bertanggung jawab atas politik luar negeri Greenland, juga telah menegaskan bahwa Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark dan AS tidak memiliki hak untuk memperolehnya.
“Kebijakan independen Greenland adalah kebijakanFOREIGN. Pemerintah Denmark komitmen penuh untuk mendukung Greenland dalam menentukan nasibnya sendiri,” ungkap seorang juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Denmark.
Berikut pernyataan dari para pemimpin partai politik Greenland di konferensi pers:
Chairman Siumut (Aleqa Hammond): “Kita harus tetap teguh pada prinsip-prinsip kemerdekaan dan memiliki kendali penuh atas sumber daya alam kita. Nilai-nilai kebudayaan dan tradisional Greenland harus dihargai dan dilindungi.”
Perwakilan Partai Demokraterne: “Kebutuhan rakyat Greenland harus menjadi prioritas, bukan kepentingan asing. Pasti ada cara lain bagi AS untuk berkontribusi secara positif kepada Greenland tanpa perlu mencapkan kekuasaannya di sini.”
Ketua Atassut (Lars Emil Johansen): “Pemerintah Greenland harus menjaga kedaulatan negara dan tidak boleh dikontrol oleh negara lain. Kami harus bekerja sama dengan pemerintah Denmark dan masyarakat internasional untuk mencapai tujuan bersama.”
Ketua Naleraq (Danielisoq Olsen): “Kemajuan dan kesejahteraan Greenland harus didasarkan pada kerja sama yang adil dan setara. Memilih untuk bersatu dengan AS bukanlah jalan yang bijaksana untuk masa depan yang cerah.”
Pernyataan tegas tersebut menunjukkan bagaimana rakyat Greenland bangga dengan identitasnya dan pendirikannya sebagai daerah otonom Denmark. Meskipun adanya tawaran dan spekulasi dari AS, Greenland memilih untuk tetap berkomitmen pada hubungannya dengan Denmark dan memperkuat politisisasnya sendiri di atas kepentingan asing.