JogjaJateng .com

Guru Besar IPB Ungkap Fakta Mengejutkan soal Hutan dan Banjir

January 5, 2026 • Jogja jateng
Guru Besar IPB Ungkap Fakta Mengejutkan soal Hutan dan Banjir

Guru Besar IPB Ungkap Fakta Mengejutkan soal Hutan dan Banjir

Bogor – Hutan yang seringkali dianggap sebagai penyerap hujan, ternyata tidak selalu efektif mencegah terjadinya banjir. Menurut Profesor Dr. Ir. Erwan Firdaus, seorang Guru Besar di Departemen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Institut Pertanian Bogor (IPB), fakta mengejutkan ini terjadi karena pengelolaan hutan yang kurang tepat.

“Hutan memang memiliki peran vital dalam mengolah air, menyerap curah hujan, dan mencegah erosi. Namun, jika hutan dikelola secara tidak berkelanjutan,” terang Prof. Erwan di hadapan para peneliti dan mahasiswa IPB pada seminar tentang pengelolaan hutan dan mitigasi banjir, Cikembar, Jawa Barat.

Prof. Erwan menyatakan bahwa hutan yang sehat dan lestari memiliki kemampuan menahan air lebih baik dan melindunginya dari aliran deras. “Akar-akar pohon merajut jaringan tanah yang kuat, yang kemudian mampu menahan air dan mencegah erosi, sehingga mengurangi risiko banjir.”

Namun, ia mengungkapkan bahwa saat ini banyak hutan yang mengalami degradasi akibat berbagai faktor, sepertideforestasi, aktivitas pertambangan, dan pertanian yang tidak ramah lingkungan. “Hutan yang rawan bencana akibat kondisi tersebut justru akan semakin meningkatkan risiko banjir,” ujar Guru Besar IPB tersebut.

Lebih lanjut, Prof. Erwan menjelaskan bahwa pengelolaan hutan yang kurang tepat juga dapat menyebabkan perubahan hidrologi dan meningkatkan volume air limpasan. Penebangan pilih-pilih yang merusak struktur hutan dan membuka lahan di wilayah tadah hujan, justru membuat air hujan mengalir lebih cepat dan deras ke saluran sungai, sehingga memicu banjir.

“Saat ini kita lebih condong ke pendekatan eksploitatif terhadap hutan, misalnya dengan penanaman hutan secara intensif untuk tujuan komersial. Padahal, hutan yang lestari memerlukan pendekatan konservatif,” paparnya.

Berdasarkan pengalamannya dalam mempelajari ekosistem hutan, Prof. Erwan menegaskan bahwa air sungai bukan hanya sumber kehidupan manusia, tetapi juga merupakan bagian integral dari ekosistem. Kualitas air sungai dipengaruhi langsung oleh kondisi hutan di sekitar sungai.

“Jika hutan dinormalisasi, air sungai akan bersih, terjaga keseimbangan ekosistemnya, dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” jelas Profesor IPB ini.

Sebagai solusi, Prof. Erwan dengan tegas mengajak para stakeholder, termasuk pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, untuk bersama-sama dalam upaya pelestarian hutan. Ia menekankan pentingnya pengembangan hutan lestari dan restorasi hutan yang sudah rusak.

“Selain itu, implementasi Undang-undang tentang konservasi hutan harus lebih ditingkatkan dan
dijalankan secara konkrit,” tutupnya.

Melestarikan hutan dan mengelola hutan secara berkelanjutan adalah kunci bagi Indonesia untuk terhindar dari banjir dan menjaga keseimbangan lingkungan. Upaya bersama dalam menjaga lestari hutan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us