Jawaban Menohok Tompi Usai Dituding Bela Gibran Demi Jabatan
Jawaban Menohok Tompi Usai Dituding Bela Gibran Demi Jabatan
Jakarta – Kembali menjadi sorotan, Tompi menanggapi tuduhan berupa sindiran yang dilontarkan netizen kepadanya. Tuduhan tersebut berputar di sekitar dugaan selebgram dan musisi itu membela Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo dan bakal calon Wali Kota Solo, demi jabatan.
Melalui postingan di akun Instagram-nya, Tompi secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menyoroti sikap tercela dari sebagian netizen yang berani menyinggung fisik seseorang di ruang publik.
“Ada org yang nyebut saya ngelakuin hal ini demi jabatan,” tulis Tompi dalam postingannya, yang diiringi foto dirinya bersama Gibran. “Soalnya saya lihat Gibran itu seperti embodiment of kindness, dia punya visi misi yang sangat baik, sehingga.”), sambungnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa bonté justru hal yang selama ini selalu ia perjuangkan.
“Karena itulah, saya selalu vokal untuk membela orang orng yang menurut saya baik, jujur, dan berintegritas,” tegas Tompi. “Kalau itu dianggap berorientasi jabatan, saya sangat sedih. Karena kita semua tahu, jabatan itu fana.”
Tompi juga menyoroti praktik sindiran melalui unggahan media sosial yang menurutnya tak etis. Ia mengingatkan bahwa ruang publik harus jadi tempat untuk membangun, bukan menjatuhkan, dan menerjang seseorang dengan kata-kata yang menyakitkan.
“SMOKeitn tak perlu MBASIXE. Kebebasan berekspresi bukan berarti bebas menyakiti,” tulisnya, menyatakan bahwa setiap individu berhak atas rasa hormat. “Sindir soal fisik di ruang publik adalah etika yang sangat buruk,” sambungnya, berharap masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menggunakan platform online.
Melalui postingannya, Tompi berharap masyarakat dapat lebih kritis dan bersikap bijaksana dalam menyikapi isu politik. Ia menekankan bahwa dukungan kepada seseorang bukanlah hanya sebatas jabatan, tetapi juga didasari oleh nilai-nilai kebaikan dan integritas.
Lebih Lanjut
Keputusan Tompi untuk menanggapi tuduhan ini secara terbuka dan tegas menunjukkan komitmennya untuk menjaga integritas diri dan vokal dalam berbicara kebenaran. Hugahannya di Instagram juga menjadi refleksi penting bagi para pengguna media sosial agar bersikap lebih bijak, lestari, dan penuh hormat dalam menyampaikan pendapat.