Kepala Pelni Ambon Diamuk Buruh Pelabuhan Yos Soedarso, Apa Sebabnya?
Kepala Pelni Ambon Diamuk Buruh Pelabuhan Yos Soedarso, Apa Sebabnya?
Ambon, Maluku – Suasana di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, Senin (12 Januari 2026) diwarnai kericuhan saat Kepala Cabang Pelni Ambon, Marthin Heriyanto, menjadi sasaran amukan massa buruh pelabuhan. Aksi protes tersebut mengakibatkan keparahan luka di wajah dan tangan Marthin Heriyanto hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kasus ini bermula dari pertemuan membahas tuntutan para buruh pelabuhan terhadap perusahaan pelayaran. Akan tetapi, pertemuan tersebut berakhir riuh dan berujung pada aksi kekerasan terhadap Marthin Heriyanto.
Ketua Serikat Buruh Pelabuhan Yos Soedarso, Yohan Pello, mengungkapkan bahwa aksi protes ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap sejumlah kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan.
“Kami telah mencoba menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi, tetapi tidak ada kepastian dan tindak lanjut yang konkrit dari pihak perusahaan,” ujar Yohan Pello kepada awak media.
Beberapa tuntutan para buruh yang disampaikan, Jogjajateng.com lain, peningkatan upah, pemberian tunjangan yang adil, serta penyelesaian masalah miring dalam pelaksanaan kontrak outsourcing. Yohan Pello menegaskan bahwa aksi ini bukanlah bentuk anarki, melainkan usaha untuk membawa perubahan yang merugikan bagi para buruh.
“Kami berharap, melalui aksi ini, pihak manajemen Pelni dapat serius memperhatikan dan memenuhi tuntutan kami. Kami bangga bekerja di Pelni, ingin perusahaan ini maju, namun kesejahteraan kami juga harus diperhatikan,” ungkap Yohan, sambil menunjukkan luka yang dialami oleh rekan-rekannya selama aksi protes.
Marthin Heriyanto sendiri hanya bisa memberikan keterangan singkat sebelum dilarikan ke rumah sakit. Menurutnya, ia sempat mencoba menengahi situasi dan meminta agar para buruh tetap tenang.
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Kami selalu terbuka untuk dialog dan mencari solusi terbaik untuk semua pihak,” ujar Marthin Heriyanto dengan wajah masih berdarah.
Polisi yang berada di lokasi kejadian langsung mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan mendalam terkait aksi protes tersebut. Kapolresta Maluku, Kombes Pol. Willy Elizer, menyatakan bahwa pihaknya akan memproses hukum para pelaku kekerasan terhadap Marthin Heriyanto.
“Kami akan menindak tegas setiap pelaku aksi kekerasan, apapun alasannya. Hukum harus ditegakkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat,” tegas Kombes Pol. Willy Elizer.
Aksi protes di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang. Selain menindas pelaku kekerasan, pemerintah dan pihak kepolisian diharapkan dapat melakukan mediasi dan mencari solusi yang adil bagi kedua belah pihak – para buruh pelabuhan dan manajemen Pelni.
( )