Polri Bakal Bangun 300 Sumur Bor Air Bersih di Aceh Tamiang, Tersedia di 40 Titik
Polri Bakal Bangun 300 Sumur Bor Air Bersih di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, — Dalam rangka membantu pemulihan dan pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana membangun 300 sumur bor untuk akses air bersih bagi warga terdampak.
Pembangunan sumur bor akan tersebar di 40 titik yang teridentifikasi sebagai daerah terdampak banjir. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Dedi Prasetyo, saat mondar-mandir di beberapa lokasi terdampak di Aceh Tamiang, Rabu (27/12).
“Kita akan membangun 300 sumur bor, tersebar di 40 titik. Titik-titik ini telah kami identifikasi berdasarkan kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami dampak dari bencana banjir bandang ini,” ujar Komjen Dedi.
Selain membangun sumur bor, Polri juga mengerahkan sejumlah bantuan logistik kepada warga terdampak, seperti makanan siap saji, tenda, selimut, dan peralatan kebersihan. Bantuan ini disalurkan langsung kepada warga di lokasi terdampak dan di posko pengungsian.
Komjen Dedi menekankan bahwa Polri berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya pemulihan dan pemulihan pasca bencana di Aceh Tamiang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan gotong royong dalam situasi sulit ini.
“Kita bersama-sama membantu dan bahu membahu untuk membangkitkan kembali saudara-saudara kita di Aceh Tamiang,” tegas Komjen Dedi.
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada Senin (25/12) telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, terendamnya ribuan rumah, dan banyak warga terpaksa mengungsi. Pemerintah setempat telah mengerahkan seluruh potensi untuk melakukan evakuasi dan penanganan bencana.
Pembangunan sumur bor air bersih diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang bagi warga Aceh Tamiang dalam mengatasi krisis air bersih pasca bencana.
Dalam situasi darurat seperti ini, akses air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.
“Kami mohon pengertian dan kerja sama semua pihak dalam upaya pemulihan dan pemulihan ini. Dengan kerja sama dan komitmen kita semua, insya Allah Aceh Tamiang akan segera pulih dari musibah ini,” ungkapnya.
Presence of the Polri in disaster-stricken areas such as Aceh Tamiang reflects the importance of unity and collaboration in times of crisis. The construction of 300 boreholes will contribute significantly towards ensuring clean water access, a critical need for the affected communities as they navigate the challenging road to recovery.