Prabowo Dukung Penayangan Piala Dunia 2026 Merata untuk Masyarakat Indonesia
Prabowo Dukung Penayangan Piala Dunia 2026 Merata untuk Masyarakat Indonesia
Jakarta – Mantan Menhan Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap penayangan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara Free To Air (FTA) atau terestrial di Indonesia. Hal ini menurutnya akan memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati momen monumental ini tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Prabowo mengungkapkan sikapnya melalui akun media sosial pribadinya, Rabu (27/9). Dia menilai aksesibilitas menjadi kunci utama agar seluruh lapisan masyarakat dapat ikut merasakan kegembiraan Piala Dunia, termasuk para pendukung sepakbola yang belum memiliki akses ke layanan televisi berlangganan.
“Penayangan Piala Dunia 2026 secara FTA memungkinkan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga di daerah terpencil, dapat menyaksikan secara langsung pertandingan-pertandingan seru ini. Ini adalah momen penting bagi pembinaan dan pengembangan sepakbola di negeri kita,” kata Prabowo dalam unggahannya.
Penayangan FTA dianggap lebih inklusif. Tidak hanya aksesibilitasnya yang lebih mudah, tetapi juga menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Bayangkan, seluruh keluarga, tetangga, dan bahkan warung-warung kopi bisa berkumpul bersama untuk menikmati pertandingan Piala Dunia. Ini akan menjadi kesempatan untuk mempererat ikatan sosial dan membangun semangat persatuan,” ujar Prabowo.
Prabowo juga berharap penayangan FTA dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan industri olahraga dan ekonomi Jakarta.
“Piala Dunia merupakan momentum besar yang dapat leveraged untuk mengembangkan industri pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM. Kami tentu ingin seluruh manfaat ini dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara luas,” tambahnya.
Dukungan Prabowo atas penayangan FTA Piala Dunia 2026 menunjukkan perhatian terhadap kesediaan aksesibilitas dan pemerataan serta dampak positif yang dapat ditimbulkan bagi masyarakat Indonesia. Ia mendorong agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, broadcaster, dan FIFA, dapat bekerja sama menciptakan pengalaman Piala Dunia yang meriah dan inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat.