Prabowo: Kalau Masuk Politik, Tidak Boleh Sakit Hati, Dendam dan Benci
Prabowo: Kalau Masuk Politik, Tidak Boleh Sakit Hati, Dendam dan Benci
Jakarta – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menekankan pentingnya sportivitas dan sikap bijak bagi para pelaku politik. Prabowo mengingatkan agar persaingan di dunia politik tidak melahirkan dendam, sakit hati, dan kebencian.
Pernyataan ini diungkapkan Prabowo saat memberikan sambutan di sebuah acara pada hari Senin (5 Desember 2023). Meskipun mengeluarkan kritik tajam terhadap dinamika politik, Prabowo tidak menyebut secara langsung nama atau kejadian tertentu.
“Kalau masuk politik, tadi saya sampaikan, kita harus bisa menerima hasil pertandingan, ikut menadidirikan udara dan atmosfer yang sehat. Kita boleh bersaing ketat, ketat sekali, di lapangan, di parlemen, tapi jangan sampai kita sakit hati, dendam, dan benci,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa politik seharusnya menjadi arena untuk menyelesaikan perbedaan dan mencari solusi terbaik bagi bangsa.
“Kita harus bisa duduk bersama, menghargai pendapat yang berbeda, dan mencari solusi terbaik untuk bangsa ini,” tambahnya.
Menteri Pertahanan berharap agar para pelaku politik senantiasa menjaga integritas dan etika dalam bertugas. Menurut Prabowo, sikap demikian menjadi kunci untuk membangun bangsa yang kuat dan maju.
Prabowo juga mendorong masyarakat untuk aktif dalam mengawasi jalannya politik.
“Hak dan kewajiban kita semua. Kita harus aktif mengontrol, mengawasi para pemimpin kita, dan jangan takut untuk mengkritik. Tapi kritik itu harus konstruktif dan membangun harapan untuk bangsa ini,” katanya.
Kesimpulan
Pesan Prabowo Subianto ini relevan dalam konteks politik Indonesia. Di tengah persaingan politik yang semakin ketat, penting bagi seluruh pihak untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, akomodasi, dan toleransi. Politik seharusnya menjadi sarana untuk membangun bangsa, bukan forum untuk menumbuhkan kebencian dan perpecahan. Masyarakat juga diharapkan semakin aktif dan kritis dalam mengawasi jalannya politik guna menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan transparan.