RI Jadi Favorit Turis Malaysia, Kunjungan Wisman Naik Hampir 10 Persen pada November 2025
RI Jadi Favorit Turis Malaysia, Kunjungan Wisman Naik Hampir 10 Persen pada November 2025
Jakarta – Data Kementerian KewartaNegaraan (Kemenkeu) menunjukkan peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2025. Total wisman yang mengunjungi Indonesia mencapai 1.2 juta jiwa, naik hampir 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Roller coaster yang dialami pariwisata dunia selama beberapa tahun terakhir akibat pandemi, tampaknya semakin mereda.
Peningkatan ini sejalan dengan tren global dimana industri pariwisata menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat. Indonesia menjadi salah satu negara yang menikmati lonjakan kedatangan wisatawan, terutama dari pasar potensial seperti Malaysia.
Berdasarkan data Kemenkes tersebut, wisatawan asal Malaysia menduduki peringkat tertinggi sebagai pengunjung Indonesia pada November 2025, dengan jumlah mencapai 350.000 jiwa. Jumlah ini disusul oleh wisatawan dari Australia sekitar 200.000 jiwa, Singapura dengan angka 150.000 jiwa, dan Tiongkok sebanyak 100.000 jiwa.
Kemenkes mencatat, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari Malaysia merupakan indikasi positif dari kerja keras pemerintah Indonesia dalam meningkatkan konektivitas penerbangan dan destinasi wisata.
“Indonesia terus berupaya mempromosikan potensi wisatanya di Malaysia. Peningkatan jumlah kunjungan ini sejalan dengan hasil promosi dan kerja sama yang terus kami tingkatkan,” ucap seorang pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang enggan disebutkan namanya.
Pemerintah Indonesia optimistis akan terus mencatat pertumbuhan wisatawan mancanegara dalam beberapa bulan ke depan. Beberapa program yang dijalankan, seperti pemberian insentif visa, promosi wisata domestik dan internasional, dan pengembangan infrastruktur pariwisata, diyakini akan terus memberikan dampak positif.
“Kita melihat tren positif ini terus berlanjut, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan berbagai fasilitas pendukung pariwisata guna memanjakan wisatawan,” tambah pejabat Kemenparekraf.
Kemenparekraf berharap peningkatan jumlah wisatawan mancanegara akan berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Peningkatan kedatangan wisatawan mancanegara juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner, transportasi, dan suvenir untuk mengembangkan bisnis mereka.
Namun, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal selama proses pemulihan dan pertumbuhan pariwisata.
Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, di mana pertumbuhan ekonomi diciptakan sesuai dengan konservasi dan pelestarian budaya Indonesia.