JogjaJateng .com

Trotoar Baru di Tangsel Disorot, Guiding Block Tunanetra hanya Diganti Cat Kuning

December 28, 2025 • Jogja jateng
Trotoar Baru di Tangsel Disorot, Guiding Block Tunanetra hanya Diganti Cat Kuning

Trotoar Baru di Tangsel Disorot, Guiding Block Tunanetra Hanya Diganti Cat Kuning

Tangerang Selatan, Banten – Pembangunan trotoar baru di Jalan Pahlawan Seribu, Tangsel, belum lama ini menuai protes dari warga. Meskipun tampak lebih rapi dan lebar, fungsi trotoar baru tersebut dipertanyakan karena guiding block tunanetra yang diaplikasikan hanya berupa cat kuning tanpa tekstur.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DKPP) Tangerang Selatan, Irvan, pembangunan trotoar ini merupakan upaya untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan. “Kami ingin mewujudkan trotoar yang ramah dan inklusif bagi semua pengguna jalan,” ujar Irvan saat dikonfirmasi.

Sayangnya, senyuman yang diharapkan dari pengguna jalan tidak kunjung datang. Ribuan warga, termasuk kelompok tunanetra, geram dengan provision guiding block yang dianggap tidak berfungsi.

“Bagaimana tunanetra bisa merasakan perbedaan lantai menggunakan cat kuning biasa saja?,” tanya seorang warga, Bakri, kecewa dengan hasil pembangunan trotoar.

Ia menjelaskan, guiding block tunanetra yang baik seharusnya memiliki tekstur yang berbeda, baik yang jorok maupun yang halus, sehingga tunanetra dapat membedakan jalan raya dengan trotoar hanya dengan berjalannya kaki. “Ini malah semakin membahayakan,” tambahnya.

Pernyataan Bakri juga dibenarkan oleh Budi, seorang anggota komunitas tunanetra di Tangerang Selatan. Menurutnya, keberadaan guiding block yang hanya berupa cat kuning bisa jadi malah membingungkan tunanetra. “Saat melintas, saya tidak bisa membedakan jalur yang aman untuk dilalui. Saya bisa saja tergelincir atau terjatuh,” ujar Budi.

Kekecewaan warga ini juga diungkap oleh beberapa aktivis penyandang disabilitas yang menyoroti kurangnya pelibatan mereka dalam proses perencanaan pembangunan trotoar. “Kami merasa tidak dilibatkan dalam proses perencanaan dan desain ini,” ucap Aira, aktivis penyandang disabilitas yang juga ikut memprotes.

DKPP turut mengakui adanya masukan dari masyarakat terkait guiding block tunanetra yang dinilai tidak memadai. Irvan sendiri menjanjikan akan segera meninjau ulang dan memperbaiki keadaan ini. “Kami akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap guiding block yang sudah diterapkan. Insya Allah, kita akan segera mencari solusi yang terbaik untuk mewujudkan trotoar yang benar-benar inklusif,” ujarnya.

Kesimpulan

Pembangunan trotoar baru di Jalan Pahlawan Seribu menjadi cerminan penting akan kebutuhan akan perencanaan ruang publik yang inklusif. Perhatian terhadap aksesibilitas bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur publik. Semoga pemerintah setempat merespon aspirasi masyarakat dan segera memperbaiki guiding block tunanetra yang kurang memadai demi terciptanya ruang publik yang benar-benar ramah dan inklusif bagi semua.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us