JogjaJateng .com

Update BNPB: 836 Orang Tewas Akibat Bencana Sumatera, 509 Masih Hilang

December 4, 2025 • Jogja jateng
Update BNPB: 836 Orang Tewas Akibat Bencana Sumatera, 509 Masih Hilang

Update BNPB: 836 Orang Tewas Akibat Bencana Sumatera, 509 Masih Hilang

Jakarta, Sumatera Utara – Banjir dan longsor yang melanda Sumatera dalam beberapa pekan terakhir menelan korban jiwa cukup banyak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga tanggal 30 November 2023, tercatat 836 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, 509 orang masih belum ditemukan dan 2.700 ribu orang lainnya mengalami luka-luka.

Lebih dari 500 ribu rumah turut rusak akibat dampak bencana yang merendam 51 kabupaten/kota di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Kombinasi hujan deras disertai genangan dan luapan sungai menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir, sementara tanah longsor mengancam infrastruktur dan perkebunan.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan situasi saat ini masih dalam tahap pemetaan dan penanganan menyeluruh. “Kami terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para stakeholder untuk memberikan bantuan kepada para korban. Selain itu, proses evakuasi dan pemulihan infrastruktur juga terus berlanjut.”

. Keterbatasan Akses Menyulitkan Pencarian

Tantangan signifikan yang dihadapi dalam penanganan bencana ini adalah aksestivitas di beberapa wilayah terdampak. Jalan raya dan jembatan terputus akibat banjir dan longsor, membatasi akses tim SAR dan bantuan logistik.

“Kondisi medan yang belum stabil dan gejolak cuaca yang terus menerus membuat pencarian korban menjadi lebih sulit,” ujar Kepala Bidang Logistik BNPB, Dr. Edy Siregar. “Kami terus berupaya untuk mempermudah akses dan memastikan bantuan tepat sasaran.”

Bantuan Segera Tiba

Pemerintah pusat dan daerah telah mengerahkan berbagai upaya untuk membantu para korban bencana.

Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, mencatat “Kami telah menyalurkan bantuan pangan, selimut, dan obat-obatan kepada para korban yang mengungsi di berbagai titik”.

Bantuan lainnya, seperti danantuan keuangan dan kebutuhan lain, juga terus didistribusikan ke daerah terdampak.

Pentingnya Kesiapsiagaan

Bencana alam seperti banjir dan longsor merupakan kejadian yang sering terjadi di tempat-tempat yang rawan bencana. Abdul Muhari menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. “Kita perlu waspada terhadap informasi prakiraan cuaca dan selalu melakukan langkah-langkah pencegahan.”

Ia juga menambahkan, pemerintah terus melakukan upaya peningkatan infrastruktur dan edukasi masyarakat untuk membangun daya tahan terhadap bencana. “Tujuannya agar dampak bencana dapat diminimalisir dan nyawa serta harta benda korban dapat terjaga.”

Bersama Hadapi Bencana Kata kunci untuk mengatasi bencana, menurut BNPB, adalah solidaritas dan kerja sama. Masyarakat diimbau untuk saling membantu, donasi, dan mendukung upaya penanganan bencana.

“Mari bersama-sama kita dukung warga yang terdampak bencana ini dan bersinergi untuk pemulihan yang cepat dan menyeluruh,” tutup Abdul Muhari.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us