JogjaJateng .com

Usai Rilis Memoar Kelam, Aurelie Moeremans Ngaku Kembali Diteror: Lucunya Ada yang Merasa!

January 12, 2026 • Jogja jateng
Usai Rilis Memoar Kelam, Aurelie Moeremans Ngaku Kembali Diteror: Lucunya Ada yang Merasa!

Usai Rilis Memoar Kelam, Aurelie Moeremans Ngaku Kembali Diteror: Lucunya Ada yang Merasa!

Jakarta – Nama Aurelie Moeremans kembali menyita perhatian publik usai peluncuran memoar terbarunya yang berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth .

Buku yang berisi cerita kelam masa lalunya, terutama yang berkaitan dengan pengalamannya dalam kekerasan dan pelecehan seksual di masa muda, menjadi sorotan publik dan menuai beragam tanggapan. Beberapa waktu setelah peluncurannya, Aurelie berujar bahwa ia kembali diteror, meski lumrah hal tersebut kerap terjadi pada pengambil suara.

“Setelah rilis buku, tentu saja ada beragam reaksi. Yang positif, suportif dan menguatkan, tapi juga ada yang negatif. Seperti biasa, aku di DM (Direct Message) di Instagram diserbu anjuran untuk bunuh diri, atau kata-kata kasar lainnya. Tapi yang lucu ada juga yang bilang ‘aku diteror mimpi buruk setelah membaca buku ini’,” ujar Aurelie dalam sebuah kesempatan.

Anehnya, menurut Aurelie, ia juga menyadari ada yang percaya bahwa buku tersebut merupakan karir fiktif yang membuatnya meraih perhatian. Ia menganggap hal tersebut tidak perlu ditanggapi serius, dan menganggap fokusnya tetap pada inti pesan yang ingin disampaikan.

“Ada juga yang bilang buku ini fiksi, aku cari perhatian. Aku cuma menghela nafas, mudah-mudahan orang-orang pintar dan mampu berpikir kritis sebelum berkomentar,” ungkapnya.

Broken Strings memang menyajikan kisah menyayat hati Aurelie yang menjelajahi tema gelap dalam berbagai aspek. Ia mengeksplorasi pengalaman masa kecilnya yang diwarnai kekerasan fisik dan seksual, gangguannya dalam membangun identitas diri, dan perjuangannya untuk menyembuhkan luka masa lalu. Meskipun sarat dengan cerita kelam, buku ini juga menampilkan kecantikan ketahanan batin Aurelie dan semangatnya untuk terus mencari jalan keluar dari situasi sulit.

Melalui memoar ini, Aurelie berharap dapat mendorong pembicaraan tentang isu kekerasan dan pelecehan yang terjadi dalam berbagai bentuk dan tingkatan. Ia juga ingin memberdayakan korban dan menunjukkan bahwa mereka bukan sendirian dalam perjuangan mereka untuk pulih dan menemukan kembali kekuatan diri.

“Aku ingin menunjukkan bahwa kita tidak harus tertekan sama sekali oleh masa lalu. Segala sesuatu yang terjadi pada kita, baik buruk apapun itu, adalah cerita. Kita bisa memilih untuk menerima, belajar, dan melangkah maju. Jangan biarkan masa lalu menghancurkan kita,” tutup Aurelie, berharap memoar ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan.

Peluncuran Broken Strings menjadi momen penting bagi Aurelie Moeremans, tidak hanya sebagai penulis, tetapi juga sebagai aktivis yang vokal dalam menyuarakan isu-isu sosial penting.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us