Viral! Kelompok Orang Bersorban Putih Dzikir di Candi Prambanan
Viral! Kelompok Orang Bersorban Putih Dzikir di Candi Prambanan
Yogyakarta, Jurnalis – Sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang bersorban putih melantunkan dzikir dan kalimat tayyibah di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, menjadi viral di media sosial. Video ini menuai beragam reaksi dari masyarakat, dengan sebagian mendukung kegiatan tersebut dan sebagian mengkritisi penyebaran ajaran agama di situs bersejarah.
Video tersebut menampilkan sekelompok orang, mengenakan sorban putih, duduk berkelompok di sekitar area candi. Mereka terlihat khusyuk melakukan dzikir dan membaca kalimat tayyibah dengan lantang. Beberapa orang lain yang berada di sekitar lokasi tersenyum dan tampak tenang. Namun, beberapa reaksi di kolom komentar menunjukkan ketidaksetujuan terhadap aktivitas tersebut, menganggapnya tidak sesuai dengan fungsi candi yang merupakan situs bersejarah.
Direktorat Perlindungan dan Perawatan Candi Prambanan, Dr. Dyah Setyowati, ketika dihubungi membenarkan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, manajemen Prambanan mengizinkan kegiatan ziarah dan pengajian di area candi, selama tidak mengganggu kenyamanan dan kepentingan pengunjung lainnya.
“Kita menyadari bahwa Candi Prambanan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga memiliki nilai religius bagi banyak orang,” jelas Dr. Dyah. “Oleh karena itu, kita membuka ruang bagi kegiatan keagamaan, selama dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu ketenangan serta keamanan orang lain.”
Dr. Dyah menambahkan bahwa pengelola memantau secara ketat kegiatan di area candi, termasuk kegiatan keagamaan. “Bagi kami, penting untuk tetap menjaga silaturahmi dengan berbagai komunitas dan agama. Kita membantu mereka untuk dapat menjalankan ibadah keagamaan dengan tercipta suasana yang nyaman dan kondusif,” ujarnya.
Video ini menjadi perdebatan hangat di media sosial. Sebagian pengguna menyesalkan aktivitas tersebut, menganggapnya tidak sesuai dengan estetika dan sejarah Candi Prambanan.
“Candi Prambanan adalah warisan budaya nasional, bukan tempat beribadah,” tulis seorang pengguna. “Harusnya kita menjaga kesucian dan keasliannya.”
Di sisi lain, pendukung kegiatan tersebut berpendapat bahwa setiap orang berhak menjalankan agamanya, termasuk di area candi.
“Mereka hanya berdzikir, bukan melakukan ritual aneh atau merusak,” tulis pengguna lain. “Cukup biarkan saja, selama tidak mengganggu pengunjung lainnya.”
Kesimpulan
Viralnya video penziaran di Candi Prambanan menunjukkan kompleksitas dan sensitivitas isu keagamaan di ruang publik. Penting untuk diingat bahwa Candi Prambanan merupakan simbol keberagaman budaya dan sejarah Indonesia. Sebagai warisan budaya nasional, Candi Prambanan harus dijaga dan dilestarikan, sementara kebebasan beragama juga perlu dihargai.
Mencari titik keseimbangan Jogjajateng.com perlindungan warisan budaya dan kebebasan beragama menjadi tantangan bagi pemerintah, pengelola situs bersejarah, dan masyarakat. Penting untuk melakukan dialog terbuka dan saling memahami untuk menciptakan suasana harmonis dan menghormati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Candi Prambanan.