JogjaJateng .com

Viral Nasi Dingin Disebut Lebih Sehat, Benarkah Bisa Turunkan Gula Darah?

January 16, 2026 • Jogja jateng
Viral Nasi Dingin Disebut Lebih Sehat, Benarkah Bisa Turunkan Gula Darah?

Viral: Nasi Dingin Lebih Sehat, Benarkah Bisa Turunkan Gula Darah?

Jakarta –

Tren baru mengenai konsumsi nasi dingin menjadi perbincangan hangat di media sosial. Klaim nasi dingin lebih sehat karena mengandung pati resisten yang dapat membantu menurunkan gula darah beredar luas. Benarkah klaim ini? Bagaimana dengan keamanan mengonsumsi nasi dingin secara rutin?

Nasi dingin memang kerap dibandingkan dengan nasi panas dalam hal kandungan gizi. Dalam nasi dingin, perubahan struktural terjadi pada pati, menjadi pati resisten. Pati resisten merupakan jenis pati yang tidak tercerna secara sempurna oleh tubuh, sehingga berjalan seperti serat.

dr. Nurul Hidayati, ahli gizi, menjelaskan bahwa pati resisten memiliki efek positif bagi kesehatan, salah satunya dengan membantu mengendalikan kadar gula darah. “Pati resisten dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga kadar gula darah tidak melonjak tajam setelah makan,” ujar dr. Nurul.

“Namun,” lanjut dr. Nurul, “jangan sampai berlebihan. Pati resisten memang baik, tetapi nasi memang harus menjadi bagian dari pola makan seimbang. Kelebihan konsumsi nasi, baik yang dingin ataupun panas, dapat berdampak buruk pada kesehatan.”

Senada dengan dr. Nurul, dr. Aries Suwanto, ahli penyakit dalam, mengungkapkan bahwa pati resisten dapat memberikan manfaat bagi penderita diabetes. “Pati resisten dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah,” jelas dr. Aries.

Namun, dr. Aries menekankan bahwa nasi dingin bukanlah solusi tunggal untuk penderita diabetes.

“Terapi diabetes membutuhkan pendekatan yang holistik, dengan pengaturan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pemantauan kondisi secara berkala,” tambah dr. Aries.

Meskipun memiliki manfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait keamanan konsumsi nasi dingin:

Kabar Riziko: Menurunkan Suhu Tanpa Membekukan  :

Dimainkan di media sosial: “Suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya,” sehingga nasi dingin dianggap lebih aman. Namun, dr. Nurul mengingatkan bahwa ini tidak selalu benar.

“Nasi dingin dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri berbahaya jika tidak disimpan di suhu rendah yang benar,” katanya. “Pastikan nasi didinginkan segera setelah dimasak dan disimpan di dalam kulkas yang bekerja optimal dengan suhu maksimum 4 derajat Celcius.”

Bahaya昔味  

Risiko keracunan makanan dapat terjadi dengan membiarkan nasi didinginkan di suhu ruangan terlalu lama. “Nasi yang terpapar suhu ruangan lebih dari dua jam berisiko besar terkontaminasi bakteri,” tegas dr. Aries.

Berikut beberapa tips aman untuk mengonsumsi nasi dingin:
Dinginkan nasi dengan cepat setelah dimasak, sebaiknya di dalam wadah kedap udara dalam waktu sekitar 1-2 jam.
Simpan nasi di dalam kulkas dengan suhu 4 derajat Celcius maksimal.
Hangatkan nasi kembali hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
Hindari konsumsi nasi yang sudah disimpan di luar kulkas selama lebih dari dua jam.

Kesimpulan

Nasi dingin memang mengandung pati resisten yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama mengontrol kadar gula darah. Namun, penting untuk memperhatikan keamanan konsumsi nasi dingin, seperti penyimpanan yang benar dan menghindari nasi yang terpapar suhu ruangan terlalu lama. Sebaiknya, konsumsi nasi dingin dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang dan konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter untuk rekomendasi yang lebih spesifik sesuai kondisi kesehatan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us