31 siswa SMA 2 Kudus masih jalani rawat inap
31 Siswa SMA 2 Kudus Masih Rawat Inap Usai Dugaan Keracunan MBG
Kudus, Jatirim – Jumlah siswa SMA 2 Kudus yang masih menjalani rawat inap akibat dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) terus berkurang. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. H. Farkhan, M.Kes., menyatakan bahwa hingga Jumat (30/1) pukul 16.45 WIB, terdapat 31 siswa yang masih dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, jumlah siswa yang dirawat di rumah sakit tercatat sebanyak 47 orang.
“Saat ini jumlah pasien yang menjalani rawat inap semakin berkurang karena kondisinya membaik, sehingga diperbolehkan pulang,” ujar dr. Farkhan.
Peristiwa dugaan keracunan ini terjadi pada Selasa (24/1) lalu. Sebanyak 62 siswa SMA 2 Kudus mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi MBG. Petugas medis dilarikan ke RSUD Prof. dr. Soepardan, Kudus, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dr. Farkhan mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap menu MBG yang dikonsumsi siswa tersebut. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya potensi kontaminasi bakteri dalam menu tersebut.
“Kita menduga kejanggalan terjadi pada tahapan penyimpanan dan pengolahan makanan. Petugas kesehatan kami masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti keracunan ini,” jelasnya.
Kepala SMA 2 Kudus, Drs. Sutanto, menyatakan pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berkoordinasi penuh dengan pihak Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti peristiwa ini.
“Kami berharap siswa kita yang masih dirawat di rumah sakit bisa segera pulih. Kami juga akan meninjau kembali protokol pengolahan dan penyajian makanan sekolah,” ujar Sutanto.
Lilin, seorang siswa yang sudah pulang dari rumah sakit, menceritakan pengalamannya saat mengonsumsi MBG tersebut. “Saya merasa mual dan muntah setelah beberapa jam makan. Rasa mualnya sangat hebat dan terus berulang,” katanya.
Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Kudus. Kejadian tersebut menjadi peringatan penting bagi sekolah-sekolah untuk lebih teliti dalam proses pengolahan makanan dan memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada siswa.
Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab, jika terbukti telah melakukan kelalaian dalam menangani program MBG. Dinas Kesehatan juga gencar melakukan edukasi kepada sekolah-sekolah mengenai keamanan pangan, termasuk dalam proses pengolahan dan penyimpanan makanan.