JogjaJateng .com

688 warga Grobogan sembuh dari dugaan keracunan MBG dan 54 jalani perawatan

January 13, 2026 • Jogja jateng
688 warga Grobogan sembuh dari dugaan keracunan MBG dan 54 jalani perawatan

688 Warga Grobogan Sembuh dari Dugaan Keracunan MBG, 54 Masih Dirawat

Grobogan, Jawa Tengah – Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencatat angka kesembuhan warga yang diduga keracunan akibat konsumsi Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meningkat. Data terbaru menunjukkan bahwa dari 803 orang yang tercatat mengalami gejala keracunan, sebanyak 688 di Jogjajateng.comnya telah dinyatakan sembuh dan pulng. Sementara itu, ada 54 warga yang masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di wilayah Grobogan.

Kepada awak media, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr. Agung Nur Sudjasmono, menjelaskan, “Dari 115 pasien yang sempat menjalani rawat inap, sebanyak 61 orang telah sembuh dan diperbolehkan pulang. Sehingga, saat ini masih ada 54 pasien yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), ”

Sekitar seminggu yang lalu, Kabupaten Grobogan dihebohkan dengan kabar dugaan keracunan集団 MBG yang disebarkan di beberapa titik. Gejala yang dilaporkan beragam, mulai dari mual, muntah, diare, hingga perut kembung. Peristiwa ini memicu kepanikan di masyarakat dan mendorong pihak pemerintah daerah untuk segera melakukan investigasi dan upaya penanganan medis.

Dinas Kesehatan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana (Tagana), untuk mengidentifikasi sumber keracunan dan merawat para korban. Penanganan medis terhadap warga yang terdampak keracunan ini meliputi pemberian obat-obatan penunjang medis, cairan infus, dan terapi penyangga lainnya, tergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami.

“Kami terus memantau perkembangan kesehatan pasien yang masih menjalani perawatan. Kami juga berkoordinasi dengan pihak supplier MBG untuk mengetahui pengawasan terhadap bahan baku dan proses pengolahan bahan makanan,” kata dr. Agung.

Investigasi untuk menemukan penyebab pasti keracunan tersebut masih terus dilakukan. Tindakan tegas akan diambil terhadap pihak yang terbukti menyalahgunakan standar keamanan dalam penyediaan dan pengolahan makanan jika ditemukan adanya indikasi kesalahan atau kelalaian.

Kejadian ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk kembali menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan, khususnya untuk program-program bantuan pangan seperti MBG.

Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap masyarakat tidak perlu panik dan bereaksi berlebihan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan terus mengutamakan kesehatan. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta konsumsi makanan yang sudah matang dengan benar,” pesan dr. Agung.

Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan semua warga yang terdampak mendapat penanganan medis yang optimal.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us