Basarnas: Dua korban longsor Pemalang belum ditemukan
Basarnas: Dua Korban Longsor Pemalang Belum Ditemukan
PEMALANG – Tim Basarnas Semarang, Jawa Tengah, menyatakan bahwa pencarian terhadap dua korban longsor yang terjadi di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, belum membuahkan hasil hingga Minggu petang.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (24/2) memicu longsor di sekitar lokasi pertambangan tanah di Desa Bongas. Musibah ini merenggut nyawa empat korban jiwa, dan dua lainnya masih belum ditemukan.
“Pencarian terhadap dua korban akan kami lanjutkan Senin (26/1) pagi,” kata Staf Kantor Basarnas Semarang Handika Hengki di Pemalang, Minggu.
Menurut Handika, intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi faktor alam, serta hari sudah petang menjadikan kendala dalam pencarian terhadap dua korban.
“Faktor-faktor tersebut membuat visi terbatas dan juga berpotensi mengancam keselamatan tim pencarian,” lanjut Handika.
Tim Basarnas bekerja sama dengan tim SAR dari BPBD Pemalang, TNI, dan Polri dalam melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Mereka melakukan pengecekan lokasi longsor untuk memastikan tidak ada korban lain tertimbun.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Ade Sudirman, melaporkan bahwa proses evakuasi debris longsor telah selesai. “Saat ini masih fokus pada upaya pencarian terhadap dua korban yang masih hilang,” ujarnya.
Ia juga menghimbau kepada warga untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor dan banjir, mengingat musim hujan masih berlangsung.
Kepala Desa Bongas, Slamet, dalam wawancara singkat dengan media setempat, mengungkapkan bahwa sudah ada penempatan warga di tempat pengungsian sementara.
“Kami memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban dan keluarga yang terdampak longsor. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi,” ujar Slamet.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemalang, Sugeng Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi status aman wilayah tersebut setelah hujan reda.
“Kita akan melakukan assessment terhadap kondisi tanah dan infrastruktur di sekitar lokasi longsor untuk memastikan tidak ada potensi longsor susulan,” ujar Sugeng.
Pihak terkait berharap proses pencarian terhadap kedua korban dapat segera membuahkan hasil, dan warga dapat kembali hidup normal. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam dan siap menghadapi situasi darurat.