Becak listrik meringankan Cipto setelah empat dekade mengayuh becak
Becak Listrik Meringankan Cipto Setelah Empat Dekade Mengayuh Becak
Jakarta, 22 Februari 2023 – Perjalanan hari serupa bagi Cipto, seorang pengemudi becak 65 tahun, selama empat dekade. Ia terbiasa menempuh tak terhitung banyaknya jarak, mengayuh becaknya di jalanan kota. Tetapi, angin segar kini menerpa kehidupan Cipto dan para pengemudi becak lain. Teknologi becak listrik hadir sebagai solusi untuk meringankan beban kerja mereka.
Becak konvensional yang selama ini menjadi tumpuan para pengemudi, mengandalkan tenaga fisik yang semakin melemah seiring bertambahnya usia. Namun, dengan hadirnya becak listrik, para pengemudi dapat menjalankan kendaraan hanya dengan memutar tuas kecepatan. Kehadiran baterai sebagai sumber tenaga juga menghilangkan kebutuhan untuk mengayuh dalam jarak tempuh tertentu. Solusi ini membawa perubahan signifikan bagi Cipto dan koleganya.
“Dulu, mengayuh becak itu keras sekali. Badan pegal, kaki juga sering nyeri. Apalagi, cuaca panas dan hujan, makin berat rasanya,” ujar Cipto kepada Suara Indonesia, sambil mengusap keringat di dahi saat bekerja. “Sekarang dengan becak listrik, terasa lebih ringan. Tidak perlu lelah mengayuh lagi, saya bisa fokus mengemudi dan melayani penumpang lebih nyaman.”
Selain meringankan beban fisik, cipto juga merasakan peningkatan kualitas pekerjaan.
“Kalau dulu, orang kursus becak fisik itu agak lamarin. Terkadang pelanggan jam-jaman awal siang siang banyak terus yang menyapa. Kami mengucapkan salam dulu, lalu menitipkan barang dan mendarat duluan, dan setelah barang-barang mantap baru dibawa.”
Kini, dengan becak listrik, Cipto merasa lebih sanggup melayani pelanggan dengan lebih cepat dan efisien. “Sekarang, penumpang bisa langsung naik dan pesan bisa diantarkan lebih cepat. Ini semua karena becak listrik lebih praktis,” terangnya.
Tidak hanya itu, kecepatan becak listrik juga membantu Cipto dalam memaksimalkan waktu kerjanya. Ia bisa menyelesaikan lebih banyak perjalanan dalam sehari, meningkatkan penghasilannya. “Meskipun harganya mahal, tapi kalau dihitung balik, kan akhirnya menguntungkan. Bekas fisik bisa terjaga dan penghasilan juga lebih lancar,” jelasnya.
Kabar positif dari sisi pemakai juga diutarakan oleh Siti, seorang putri Cipto yang menemaninya di sawah. Ia mengapresiasi inovasi teknologi yang dapat meringankan pekerjaan ayahnya. “Ayah saya sudah belasan tahun mengayuh becak. Saya melihat bakatnya dan integritasnya dan saya menghargai kerja kerasnya. Saya senang sekarang ada becak listrik ini, jadi ayah bisa lebih mudah dan lelah,” ucap Siti.
Walaupun masih dalam masa transisi, kehadiran becak listrik menjadi cerminan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja di sektor transportasi tradisional.
Kedepannya, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat terus mendukung dan mendorong penggunaan becak listrik, demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, ramah, dan sustainable bagi para pengemudi becak.