BPBD Kudus mencatat ratusan pengungsi mulai terdampak banjir pulang ke rumah
BPBD Kudus Mencatat Ratusan Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah
Kudus, Jawa Tengah – Ratusan warga yang terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai pulang ke rumah masing-masing seiring surutnya genangan air dan menurunnya curah hujan. Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menunjukkan penurunan signifikan jumlah pengungsi yang mendiami belasan tempat pengungsian tersebar di beberapa kecamatan.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Syamsul Huda mengatakan, jika sebelumnya tercatat ada 2.467 jiwa yang harus mengungsi di belasan tempat pengungsian, maka saat ini hanya tersisa 1.579 jiwa. “Dari data ini, terlihat bahwa ratusan warga sudah merampungkan proses pemulihan dan kembali ke rumah mereka karena genangan air mulai surut,” terang Syamsul Huda pada Jumat (13/10/2023).
Ainun, salah seorang warga Desa Setono, Kecamatan Jangkar, merupakan salah satu dari pengungsi yang telah kembali ke rumahnya. “Kami sudah diizinkan pulang karena air sudah surut dan kondisi rumah sudah aman,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa ia sempat mengungsi selama tiga hari di salah satu tempat pengungsian bersama keluarganya. Ainun berharap banjir tersebut tidak terulang lagi di desanya.
Menurut Syamsul, meskipun jumlah pengungsi terus menurun, pihaknya tetap siaga dalam memantau perkembangan situasi di lapangan. “Kami masih melakukan pendataan dan asesmen kerusakan di wilayah terdampak. Kemudian kita siap untuk memberikan bantuan logistik dan pemulihan bagi warga yang masih membutuhkan,” ungkap Syamsul.
BPBD juga mengimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada terhadap potensi musibah banjir mengingat musim hujan diprediksi akan berlangsung hingga beberapa bulan mendatang. “Kami juga mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membersihkan saluran air agar terhindar dari banjir,” tambahnya.
Dampak banjir di Kabupaten Kudus cukup signifikan. Selain melanda permukiman warga, banjir juga mengakibatkan rusaknya infrastruktur seperti jembatan dan jalan penghubung antar desa. Selain itu, sejumlah lahan pertanian juga terendam banjir, sehingga menghambat aktivitas para petani.
Pemerintah Kabupaten Kudus telah berupaya melakukan berbagai upaya penanganan banjir, mulai dari pembersihan saluran air, optimalisasi pompa air, hingga pembagian bantuan logistik kepada warga terdampak. Pemerintah juga berupaya untuk mencari solusi jangka panjang dalam meminimalisir dampak bencana banjir di wilayah Kudus.