JogjaJateng .com

Budayawan dan antropolog menyerukan penguatan budaya Banyumas

May 3, 2026 • Jogja jateng
Budayawan dan antropolog menyerukan penguatan budaya Banyumas

Budayawan Banyumas Bambang Widodo dan antropolog asal Amerika Serikat Prof Rene TA Lysloff menyerukan penguatan budaya Banyumas melalui pelestarian bahasa lokal, dokumentasi seni tradisi, dan ruang inovasi bagi generasi muda.Saat menjadi narasumber Dialog "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" dalam rangkaian kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, …

Budayawan Banyumas Bambang Widodo dan antropolog asal Amerika Serikat Prof Rene TA Lysloff menyerukan penguatan budaya Banyumas melalui pelestarian bahasa lokal, dokumentasi seni tradisi, dan ruang inovasi bagi generasi muda.Saat menjadi narasumber Dialog "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" dalam rangkaian kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Budayawan Banyumas Bambang Widodo dan antropolog asal Amerika Serikat Prof Rene TA Lysloff menyerukan penguatan budaya Banyumas melalui pelestarian bahasa lokal, dokumentasi seni tradisi, dan ruang inovasi bagi generasi muda.Saat menjadi narasumber Dialog "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" dalam rangkaian kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Budayawan Banyumas Bambang Widodo dan antropolog asal Amerika Serikat Prof Rene TA Lysloff menyerukan penguatan budaya Banyumas melalui pelestarian bahasa lokal, dokumentasi seni tradisi, dan ruang inovasi bagi generasi muda.Saat menjadi narasumber Dialog "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" dalam rangkaian kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Budayawan Banyumas Bambang Widodo dan antropolog asal Amerika Serikat Prof Rene TA Lysloff menyerukan penguatan budaya Banyumas melalui pelestarian bahasa lokal, dokumentasi seni tradisi, dan ruang inovasi bagi generasi muda.Saat menjadi narasumber Dialog "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" dalam rangkaian kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Budayawan Banyumas Bambang Widodo dan antropolog asal Amerika Serikat Prof Rene TA Lysloff menyerukan penguatan budaya Banyumas melalui pelestarian bahasa lokal, dokumentasi seni tradisi, dan ruang inovasi bagi generasi muda.Saat menjadi narasumber Dialog "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" dalam rangkaian kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Budayawan Banyumas Bambang Widodo dan antropolog asal Amerika Serikat Prof Rene TA Lysloff menyerukan penguatan budaya Banyumas melalui pelestarian bahasa lokal, dokumentasi seni tradisi, dan ruang inovasi bagi generasi muda.Saat menjadi narasumber Dialog "Harmonisasi Budaya-Merawat Kebhinekaan dengan Fondasi Empat Pilar Kebangsaan" dalam rangkaian kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Redaksi akan mengikuti perkembangan berita ini.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us