Cikal bakal BRI yang kini berusia 130 tahun bermula dari kas mesjid
Cikal Bakal BRI yang Kini Usia 130 Tahun Bermula dari Kas Mesjid
Jakarta, 16 Desember 2023 – Bank Mandiri, yang kini dikenal luas sebagai Bank Rakyat Indonesia (BRI), merayakan tonggak sejarahnya yang ke-130 tahun. Keberadaan BRI yang menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia, ternyata berawal dari sebuah harapan sederhana. Dibangun di atas pondasi aspirasi pemerataan akses keuangan bagi rakyat khususnya pegawai pribumi, BRI memulai perjalanan panjangnya dari sebuah kas mesjid di Purwokerto pada 16 Desember 1895.
Pada awal kemunculannya, lembaga itu bernama Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren (Bank Pertolongan dan Tabungan Priyayi Purwokerto). Raden Aria Wirjaatmadja, seorang Patih di Purwokerto, menjadi pelopor di balik lembaga ini.
“Raden Aria Wirjaatmadja sadar akan ketidakadilan akses keuangan bagi pegawai pribumi. Ia melihat pegawai-pegawai pribumi, meskipun bekerja, masih kesulitan mengakses layanan keuangan yang layak,” ujar seorang sejarawan di Puslitbang BRI, Letjen (Purn) Dr. Sri Muljono kepada awak media, saat perayaan HUT BRI ke-130.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebelum lembaga resmi itu terbentuk, Raden Aria Wirjaatmadja sendiri telah beberapa kali membantu para pegawai pribumi yang membutuhkan dana untuk keperluan pribadi, seperti pengobatan atau pernikahan, dengan memanfaatkan dana pribadinya.
Dari pengalaman tersebut, Raden Aria Wirjaatmadja melihat perlunya lembaga keuangan yang khusus fokus pada kesejahteraan pegawai pribumi. Sehingga, pada 16 Desember 1895, “Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren” resmi didirikan dan beroperasi di sebuah ruangan sederhana di dalam sebuah kas mesjid.
Bank ini menyasar pegawai pribumi yang bekerja di pemerintahan Hindia Belanda. Mereka mendapatkan layanan simpan pinjam dengan tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan bank-bankWESTERN saat itu.
Perjalanan BRI tidaklah mudah. Seiring berjalannya waktu, lembaga ini mengalami berbagai perubahan, restrukturisasi, hingga akhirnya menjadi Bank Rakyat Indonesia pada 1976.
Masa pandemi menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi BRI. Namun, bank yang bermisi untuk membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat ini, kembali menunjukkan kapasitasnya dalam melewati masa sulit dengan tetap beroperasi secara maksimal dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah.
BRI telah membuktikan keberhasilannya di pasar global. Kini, BRI menjadi satu-satunya bank Indonesia yang masuk dalam jajaran 100 bank terbesar dunia serta menjadi bank terbesar di Indonesia dengan aset mencapai hampir Rp 15.000 triliun pada akhir tahun 2022.
“BRI terus berkembang dan berinovasi untuk memberikan layanan keuangan yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso. “Keberhasilan BRI adalah sebuah bukti nyata bahwa mimpi sederhana untuk memberdayakan rakyat bisa menjadi kenyataan.”
Pada usia ke-130 tahun, BRI tetap berkomitmen untuk terus menjadi bank yang berpihak pada rakyat. Pelayanan yang lebih mudah, aman, dan inklusif menjadi fokus utama BRI di masa mendatang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Banjir penghargaan, rekor, dan prestasi yang diraih BRI sepanjang perjalanan ini adalah bukti nyata bahwa cikal bakal BRI dari sebuah kas mesjid di Purwokerto, tumbuh bak pohon besar yang memberikan manfaat bagi bangsa dan tanah air.