Dinkes: 658 orang di Kabupaten Grobogan diduga terdampak keracunan MBG di sejumlah sekolah
Dinkes: 658 Orang di Kabupaten Grobogan Diduga Terdampak Keracunan MBG di Sejumlah Sekolah
GROBOGAN, Jawa Tengah – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencatat 658 orang terdampak dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi sejak Jumat (9/1) hingga Sabtu (10/1) di sejumlah sekolah dan satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Gubug.
Kepala Dinkes Kabupaten Grobogan, Djatmiko, mengatakan korban tersebar di berbagai lokasi, mulai dari SMP, SMK, dan SD negeri di wilayah Ngroto, hingga PAUD Ngroto, SD Glapan, SD Trisari, serta SD Penadaran. “Total korban yang mengalami gejala keracunan adalah 658 orang, dengan jumlah terbanyak dari jenjang usia sekolah dasar,” ungkap Djatmiko kepada awak media dikonfirmasi Minggu (11/1).
Gejala keracunan yang dilaporkan beragam, mulai dari mual, muntah, hingga diare. Sebagian besar korban, lanjutnya, dilaporkan mengalami gejala ringan dan telah diberikan penanganan pertama serta observasi oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan terdekat. “Jalur distribusi makanan bergizi gratis di seluruh wilayah juga sementara dihentikan untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Djatmiko menjelaskan bahwa Dinkes Kabupaten Grobogan bersama dengan tim gabungan dari Dinas Pendidikan, BPBD, Polresta Grobogan, dan Puskesmas setempat terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab keracunan tersebut. Investigasi berfokus pada pemeriksaan sampel bahan makanan, melakukan pengecekan kondisi dapur penyiapan makanan dan mengetahui rincian rantai distribusi.
“Kita juga sedang menelusuri kemungkinan adanya kesalahan dalam proses penyiapan atau penyimpanan makanan. Informatif yang didapat akan disampaikan kepada masyarakat secara transparan,” tegas Djatmiko.
Demoro dan permintaan klarifikasi dari orang tua murid kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan juga terjadi di beberapa titik di Kecamatan Gubug. Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan telah menerima dan mengkaji keluhan warga serta berkomitmen untuk proses investigasi yang transparan dan akuntabel.
Djatmiko berharap investigasi dapat segera mengantongi hasil yang pasti untuk diberikan kepada publik dan memastikan terjadinya kejadian serupa tidak terulang kembali. Dia mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga kualitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada masyarakat, khususnya dalam program-progam kesejahteraan anak seperti MBG.