Empat kabupaten/kota di Jateng tutup sejumlah objek wisata akibat bencana
Empat Kabupaten/Kota di Jateng Tutup Objek Wisata Akibat Bencana
SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengumumkan penutupan sementara sejumlah objek wisata di empat daerah akibat dampak bencana alam. Bencana mulai dari banjir hingga tanah longsor melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, menyebutkan dalam konferensi pers di Semarang, Senin (23/10/2023), bahwa empat daerah yang terdampak dan menindaklanjuti dengan penutupan objek wisata tersebut adalah Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.
“Pembukaan kembali objek wisata akan selalu dievaluasi dan diputuskan berdasarkan kondisi lapangan,” ujar Hanung, “Kami mengutamakan keselamatan dan keamanan para wisatawan serta masyarakat lokal.”
Seluruh objek wisata yang ditutup meliputi taman rekreasi, tempat wisata alam, dan situs sejarah. Penutupan ini berlaku efektif mulai sejak terjadinya bencana hingga kondisi aman dan layak untuk dikunjungi kembali.
Kondisi lapangan yang berubah drastis akibat bencana menjadi alasan utama penutupan. Banjir menggenangi sejumlah lokasi wisata, mengakibatkan akses dan fasilitas menjadi tidak lazim dan beresiko. Sementara di wilayah terdampak longsor, kerusakan infrastruktur dan potensi bahaya menjadi patokan utama penutupan.
“Kita imbau wisatawan untuk sementara waktu untuk tidak melakukan perjalanan ke daerah yang terdampak bencana,” tegas Hanung. “Pelancong baru bisa melancarkan kunjungan setelah pihak berwenang memastikan kondisi daerah tersebut sudah aman dan layak untuk dikunjungi.”
Hanung juga menekankan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi objek wisata kondusif dan aman. Informasi terkini mengenai status objek wisata di Jateng dapat diakses melalui situs web resmi Disbudparekraf Jawa Tengah maupun media sosial resmi.
Selain penutupan objek wisata, Pemprov Jateng juga mengimbau wisatawan yang sedang berada di daerah terdampak bencana untuk segera mengungsi dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Pemprov juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menjaga situasi tetap kondusif.
Pemerintah berharap dengan penutupan sementara objek wisata ini, para wisatawan dan masyarakat dapat terlindungi dari potensi bahaya bencana.
Disbudparekraf Jateng berkomitmen akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait terkait penutupan objek wisata.
“Kami optimis, dengan upaya bersama, Jawa Tengah dapat segera pulih dari dampak bencana,” tutup Hanung.