Gubernur Jateng: Tidak ada lagi kategori desa sangat tertinggal
Gubernur Jateng: Tidak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal
Boyolali – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa tidak ada lagi desa yang dikategorikan “sangat tertinggal” dan “terpencil” di Jawa Tengah. Menurutnya, kemajuan ekonomi desa yang ditopang oleh usaha mikro, membantu mengubah potret pedesaan di Jawa Tengah.
“Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah desa terbanyak di Indonesia, yaitu 7.810 desa yang tersebar di 29 kabupaten/kota,” ujar Gubernur Luthfi saat menghadiri puncak peringatan Hari Desa Nasional yang dipusatkan di Desa Yenengan, Kecamatan Karas, Boyolali, Kamis (26/10).
Gubernur Luthfi menekankan bahwa selama kepemimpinannya, Pemprov Jateng secara aktif mendorong peningkatan kapasiti dan akses ekonomi bagi masyarakat desa melalui berbagai program. Salah satunya adalah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Berkat peningkatan ekonomi yang didorong oleh UMKM, desa-desa di Jawa Tengah kini mengalami kemajuan pesat,” imbuhnya.
Ia mencontohkan bagaimana Desa Yenengan sendiri, yang menjadi tuan rumah acara puncak Hari Desa Nasional, telah berhasil melampaui statusnya sebagai desa tertinggal berkat pengembangan produk unggulan seperti kerajinan anyaman bambu.
“Desa Yenengan ini adalah bukti nyata bahwa dengan dukungan yang tepat, desa-desa di Jawa Tengah bisa bangkit dan menjadi zona kemakmuran,” jelas Gubernur Luthfi.
Puncak peringatan Hari Desa Nasional di Desa Yenengan berlangsung meriah. Terdapat berbagai kegiatan yang diselenggarakan, mulai dari pameran produk UMKM desa, pertunjukan seni dan budaya tradisional, hingga lomba-lomba yang melibatkan masyarakat desa.
Acara ini juga dimanfaatkan oleh Gubernur Luthfi untuk menyerahkan penghargaan kepada sejumlah desa di Jawa Tengah yang dianggap telah berhasil dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa.
Salah satu penerima penghargaan adalah Desa Kalisosok di Kabupaten Sukoharjo yang berhasil mengembangkan sistem irigasi yang efisien dan inovatif melalui program bantuan dari Pemprov Jateng.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Luthfi menegaskan kembali komitmen Pemprov Jateng untuk terus mendukung kemajuan desa di Jawa Tengah.
“Pembangunan di Jawa Tengah harus holistik, tidak hanya fokus di pembangunan kota, tetapi juga di pedesaan. Desa-desa merupakan jantung dari perekonomian Jawa Tengah, dan kita harus memastikan bahwa semua desa dapat berkembang secara sejahtera,” tegasnya.
Gubernur Luthfi berharap, dengan sinergi Jogjajateng.com pemerintah daerah, masyarakat desa, dan berbagai stakeholders, Jawa Tengah bisa menjadi contoh sukses dalam pengembangan desa-desa di Indonesia.