JogjaJateng .com

Guru Besar UMS dorong terapi motorik dini menyusul tingginya kasus stroke

January 19, 2026 • Jogja jateng
Guru Besar UMS dorong terapi motorik dini menyusul tingginya kasus stroke

Guru Besar UMS Dorong Terapi Motorik Dini menyusul Tingginya Kasus Stroke

Solo, Jawa Tengah – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SSTFT., M.Kes., sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Fisioterapi Neuromuscular. Pengukuhan ini diiringi dengan pidato dalam jumpa pers di Solo, Jawa Tengah, Senin (13/11) dengan tema “Neurorestorasi Pasca Stroke: Strategi Fisioterapi untuk Mengoptimalkan Fungsi Motorik”.

Dalam sambutannya, Prof. Umi Budi Rahayu menjabarkan kekhawatirannya atas tingginya kasus stroke yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, stroke merupakan masalah kesehatan yang mendesak memerlukan perhatian serius, terutama dalam upaya rehabilitasi. Ia menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan edukasi dan penerapan terapi motorik dini bagi pasien stroke.

“Stroke jangan sampai dianggap remeh. Kebanyakan orang baru menyadari pentingnya rehabilitasi ketika kondisi sudah memburuk. Padahal, terapi motorik dini dapat sangat membantu dalam meminimalisir dampak stroke dan meningkatkan kemungkinan pemulihan,” tegas Prof. Umi Budi Rahayu.

Prof. Umi juga menjelaskan pentingnya peran fisioterapi dalam proses neurorestorasi. “Fisioterapi membantu pasien stroke dalam mengembalikan fungsi motorik mereka, seperti berjalan, berbicara, menulis, dan mengontrol gerakan tubuh,” jelasnya.

Dalam risetnya, Prof. Umi Budi mengkaji strategi fisioterapi yang efektif dalam membantu pasien stroke. Ia menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi yang melibatkan berbagai metode terapi, seperti terapi fisik konvensional, terapi sensorimotor, dan terapi stimulasi otak.

“Setiap pasien stroke memiliki kondisi yang berbeda, maka strategi terapi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan individu tersebut. Pemulihan yang optimal dicapai melalui program rehabilitasi yang terstruktur dan melibatkan multidisiplin,” ujar Prof. Umi.

Prof. Umi menyebutkan, beberapa langkah mudah dapat dilakukan pre- dan post-stroke untuk membantu mencegah atau meminimalisir dampak stroke. “Latihan fisik rutin, diet sehat, kontrol tekanan darah dan kolesterol, serta tidak merokok merupakan beberapa langkah yang sederhana namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan,” ungkapnya.

Pengukuhan Prof. Dr. Umi Budi Rahayu sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Fisioterapi Neuromuscular diharapkan dapat mendorong pengembangan ilmu fisioterapi di Indonesia, khususnya dalam upaya menangani masalah stroke yang semakin menjadi perhatian publik. Penguatan kompetensi di bidang fisioterapi akan memberikan harapan bagi pasien stroke untuk menjalani hidup yang produktif kembali.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us