JPPA dukung pembatasan medsos untuk anak hindari kasus pelecehan
Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendukung penuh diberlakukannya pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun, karena banyak kasus pelecehan seksual bermula dari medsos. "Banyak kasus anak yang kami tangani, awalnya dari media sosial. Setelah berkenalan, kemudian berlanjut hingga ke arah seksualitas hingga berdampak terjadinya kehamilan meskipun korbannya masih anak usia SMP," kata Ketua JPPA Kudus Noor Haniah …
Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendukung penuh diberlakukannya pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun, karena banyak kasus pelecehan seksual bermula dari medsos. "Banyak kasus anak yang kami tangani, awalnya dari media sosial. Setelah berkenalan, kemudian berlanjut hingga ke arah seksualitas hingga berdampak terjadinya kehamilan meskipun korbannya masih anak usia SMP," kata Ketua JPPA Kudus Noor Haniah … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendukung penuh diberlakukannya pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun, karena banyak kasus pelecehan seksual bermula dari medsos. "Banyak kasus anak yang kami tangani, awalnya dari media sosial. Setelah berkenalan, kemudian berlanjut hingga ke arah seksualitas hingga berdampak terjadinya kehamilan meskipun korbannya masih anak usia SMP," kata Ketua JPPA Kudus Noor Haniah … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendukung penuh diberlakukannya pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun, karena banyak kasus pelecehan seksual bermula dari medsos. "Banyak kasus anak yang kami tangani, awalnya dari media sosial. Setelah berkenalan, kemudian berlanjut hingga ke arah seksualitas hingga berdampak terjadinya kehamilan meskipun korbannya masih anak usia SMP," kata Ketua JPPA Kudus Noor Haniah … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendukung penuh diberlakukannya pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun, karena banyak kasus pelecehan seksual bermula dari medsos. "Banyak kasus anak yang kami tangani, awalnya dari media sosial. Setelah berkenalan, kemudian berlanjut hingga ke arah seksualitas hingga berdampak terjadinya kehamilan meskipun korbannya masih anak usia SMP," kata Ketua JPPA Kudus Noor Haniah … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendukung penuh diberlakukannya pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun, karena banyak kasus pelecehan seksual bermula dari medsos. "Banyak kasus anak yang kami tangani, awalnya dari media sosial. Setelah berkenalan, kemudian berlanjut hingga ke arah seksualitas hingga berdampak terjadinya kehamilan meskipun korbannya masih anak usia SMP," kata Ketua JPPA Kudus Noor Haniah … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendukung penuh diberlakukannya pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun, karena banyak kasus pelecehan seksual bermula dari medsos. "Banyak kasus anak yang kami tangani, awalnya dari media sosial. Setelah berkenalan, kemudian berlanjut hingga ke arah seksualitas hingga berdampak terjadinya kehamilan meskipun korbannya masih anak usia SMP," kata Ketua JPPA Kudus Noor Haniah … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Redaksi akan mengikuti perkembangan berita ini.