KKN Untidar sosialisasi pembuatan pupuk organik cair
KKN Untidar Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair
Plilir, Purworejo – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) sedang melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) untuk ibu-ibu PKK Desa Plilir. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja KKN yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah dapur yang dapat mendukung pertanian ramah lingkungan.
Anggota tim KKN Untidar Nugroho Sayekti menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume limbah organik di dapur yang seringkali dibuang sembarangan.
“Limbah dapur seperti ampas singkong, ampas buah, dan belembung telur jika diolah dengan benar dapat menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman,” ujar Nugroho saat ditemui di Desa Plilir, Senin (23/10/2023).
Pengelolaan limbah dapur menjadi POC tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan hasil panen para petani di desa. “Dengan menggunakan POC, kebutuhan pupuk kimia dapat berkurang sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk buatan dan mendukung pertanian organik,” tambah Nugroho.
Pelatihan pembuatan POC ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa KKN untuk berbagi pengetahuan kepada warga desa. Bagai tangan dingin yang menuntun, mahasiswa KKN secara bertahap menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan, metode pembuatan, hingga cara pengaplikasian POC pada tanaman.
Sari, salah satu peserta pelatihan dari ibu-ibu PKK Desa Plilir, mengaku termotivasi dengan program KKN Untidar. “Selain belajar cara membuat pupuk organik, kami juga mendapatkan tips dan trik dalam mengelola limbah dapur secara efektif dan berkelanjutan,” ungkap Sari.
Beliau berharap program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas hasil panen di desa sambil menjaga kelestarian lingkungan. “Kami berharap ilmu yang diajarkan oleh mahasiswa KKN dapat bermanfaat bagi seluruh warga desa,” tambah Sari.
Tidak hanya ibu-ibu PKK, kepala urusan pertanian Desa Plilir, Sarno, pun menyambut positif kegiatan KKN Untidar. “Program ini sangat bermanfaat bagi kemajuan pertanian di desa. Kami akan mendukung program pembuatan POC ini agar dapat berkelanjutan dan diterapkan secara luas oleh seluruh petani di desa,” cetusnya.
Kesan mendalam KKN Untidar
Melalui kegiatan sosialisasi pembuatan POC ini, KKN Untidar berhasil memberikan edukasi yang berdampak kepada warga Desa Plilir.
Sebagai bentuk implementasi program, KKN Untidar juga bantuan peralatan sederhana pendukung pembuatan POC kepada ibu-ibu PKK.
Selain itu, tim KKN akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan pembuatan POC di desa, serta memberikan pendampingan dan pelatihan lanjutan kepada masyarakat yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang pertanian ramah lingkungan.
Semoga program ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan kampus lain untuk berkontribusi secara nyata dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan.