Kolaborasi Dikdasmen dan FAI UMS, guru ISMUBA Surakarta didorong melek teknologi
Kolaborasi Dikdasmen dan FAI UMS, Guru ISMUBA Surakarta Didorong Melek Teknologi
Surakarta – Majelis Dikdasmen Kota Surakarta berkolaborasi bersama Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan dan pendampingan deep learning bagi guru ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) Sekolah Muhammadiyah Surakarta.
Pelatihan yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 4 Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (14/12) tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya deep learning, dalam proses pembelajaran ISMUBA. Perpaduan Jogjajateng.com ilmu agama dan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing siswa.
“Deep learning merupakan salah satu bentuk kecerdasan buatan (AI) yang mengandalkan algoritma untuk mengenali pola dalam data dan mengolahnya secara otomatis. Dengan pembelajaran ini, guru ISMUBA diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membuat proses belajar mengajar lebih interaktif,” jelas Dr. Rachmat Sucipto, M.Th., selaku Dekan Fakultas Agama Islam UMS, dalam sambutannya.
Kepala Dikdasmen Kota Surakarta, Adhyaksa Krido, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Majelis Dikdasmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Surakarta.
“Kami ingin memastikan bahwa guru pendidikan di Kota Surakarta, termasuk guru ISMUBA, dapat mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi sebaik mungkin dalam pembelajaran,” ujarnya.
Pelatihan ini menggabungkan teori dan praktik, dengan materi yang dijelaskan oleh dosen FAI UMS dan demonstrasi langsung penerapan deep learning dalam pembelajaran ISMUBA.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah penggunaan aplikasi permodelan bahasa dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. “Aplikasi ini dapat membantu siswa dalam memahami artinya dan tajwidnya dengan lebih baik,” jelas salah satu narasumber, Dr. Andries Sulistyo, M.Ag., dosen FAI UMS.
Peserta pelatihan, Sarmiati, guru ISMUBA di salah satu sekolah Muhammadiyah, mengaku antusias dengan materi dan praktik yang diberikan. “Saya merasa ilmu dan keterampilan baru yang saya dapatkan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran saya. Teknologi memang bisa menjadi teman yang ampuh bagi guru dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Harapannya, pelatihan ini dapat menjadi awal dari penggunaan teknologi pendidikan secara masif di sekolah-sekolah Muhammadiyah Surakarta. DR. Rachmat Sucipto berharap akan ada terjalin kerjasama dan sinergi yang lebih kuat Jogjajateng.com menitipkan Direktorat Dikdasmen belum kedepannya.