JogjaJateng .com

Komisi VII DPR mengapresiasi industri farmasi jamu optimalkan bahan lokal

January 23, 2026 • Jogja jateng
Komisi VII DPR mengapresiasi industri farmasi jamu optimalkan bahan lokal
Komisi VII DPR Apresiasi Industri Farmasi Jamu Optimalkan Bahan Lokal

Semarang, Jawa Tengah – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengapresiasi perkembangan industri farmasi tradisional yang mampu bertahan dan bahkan berkembang di tengah gempuran industri farmasi modern. Apresiasi ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, saat memimpin kunjungan kerja ke pabrik PT Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/10/2023).

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat langsung proses produksi dan pengolahan bahan baku jamu di salah satu industri farmasi tradisional terbesar di Indonesia. Evita Nursanty menyatakan, perkembangan industri jamu menjadi suatu hal yang patut diapresiasi karena mampu memanfaatkan potensi bahan baku lokal yang melimpah.

“Potensi bahan baku untuk industri jamu di Indonesia ini luar biasa, tinggal bagaimana kami bisa menjembatani Jogjajateng.com petani, pengolah, dan industri untuk bersama-sama berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk jamu nasional,” ujar Evita Nursanty.

Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan penyediaan infrastruktur dan dukungan kebijakan yang kondusif bagi industri farmasi tradisional agar mampu bersaing secara global. Hal ini meliputi fasilitasi akses pasar, pengembangan teknologi pengolahan dan pengemasan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita juga perlu mengkaji kembali regulasi yang ada dan memastikan bahwa regulasi tersebut mendukung pengembangan industri farmasi tradisional. Bukan hanya mendorong produksi, tapi juga meningkatkan kualitas dan keamanan bahan baku dan produk jamu,” tandas Evita.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, menjelaskan bahwa industri farmasi jamu tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku. Perusahaan tersebut menjalin kerjasama langsung dengan petani untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan stabil.

“Kami selalu berusaha untuk memberdayakan petani melalui program-program kesejahteraan dan pelatihan. Mudah-mudahan, dengan dukungan dari pemerintah dan pelaku industri lainnya, industri farmasi tradisional Indonesia bisa semakin maju,” ujar Irwan Hidayat.

Evita Nursanty optimis, dengan upaya bersama, industri farmasi tradisional dapat semakin berkembang dan berkontribusi besar bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, industri ini juga mampu menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat di daerah pedesaan.

Kesimpulannya, kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT Sido Muncul menjadi momentum yang signifikan untuk mendorong pengembangan industri farmasi tradisional di Indonesia. Apresiasi terhadap pemanfaatan potensi bahan lokal menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan kontribusi positif industri jamu bagi negeri. Dukungan penuh dari pemerintah dan peran serta seluruh stakeholders dinyatakan penting untuk menjamin keberlanjutan dan kemajuan industri ini di masa mendatang.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us