Kondisi cuaca jadi kendala evakuasi korban hilang di Gunung Slamet
Kondisi Cuaca Jadi Kendala Evakuasi Korban Hilang di Gunung Slamet
Pemalang, Jawa Tengah – Evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali (18), korban pendakian yang hilang di Gunung Slamet, diwarnai dengan kendala cuaca buruk. Evakuasi yang dikerjakan tim BPBD Kabupaten Pemalang diễnkan sejak ditemukannya jenazah di Pos 7 lereng Gunung Slamet, tepatnya di area Batu Langgar, Rabu (15/3).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin menjelaskan bahwa proses evakuasi jenazah menjadi cukup menantang akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. “Jenazah Syafiq Ridhan Ali ditemukan di Pos 7 atau pos paling tinggi sehingga perlu waktu untuk proses evakuasi,” ungkap Agus.
Dijelaskannya, tim evakuasi harus memindahkan jenazah Syafiq melalui jalur pendakian yang terjal dan licin. Kondisi limpahnya hujan dan angin kencang yang terjadi sepanjang proses evakuasi memperlambat laju kerja tim yang bertugas.
“Kendala cuaca ini juga membahayakan keselamatan tim evakuasi. Kami harus ekstra hati-hati dan bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi bisa berjalan dengan aman dan sukses,” ujar Agus.
Meskipun demikian, tim evakuasi yang berjumlah lebih dari 10 orang, tetap fokus dan berusaha menunaikan tugasnya. Mereka telah menyiapkan ambulans dan peralatan pendukung lainnya untuk mengoptimalkan proses evakuasi.
Menurut Agus, upaya evakuasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim gabungan SAR, tim medis, dan anggota TNI Polri.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam proses evakuasi ini. Kerja keras dan sinergitas semua pihak menjadi kunci suksesnya evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali,” kata Agus Ikmaludin menambahkan.
Diharapkan kondisi cuaca akan membaik sehingga proses evakuasi bisa dilanjutkan dengan lancar. APBD Kabupaten Pemalang terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan jenazah Syafiq Ridhan Ali dapat segera berada di rumah duka dan pihak keluarga.
Show me more examples