Mahasiswa UMS ciptakan Virtual Lab Cyber Security
Mahasiswa UMS Ciptakan Virtual Lab Cyber Security, Menuju Black Hat Europe 2025
Surakarta, ( Sumaryo City News ): Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Bayu Fedra, menunjukkan prestasi gemilang dengan menciptakan Virtual Lab Cyber Security. Kreasi tersebut membantunya menjadi satu-satunya mahasiswa UMS yang berhasil menyumbangkan karya di sesi Black Hat Arsenal, konferensi internasional bidang keamanan siber di London, Inggris, pada ajang Black Hat Europe 2025 (8-11 Desember).
Black Hat Europe merupakan platform bergengsi yang menampung para praktisi, peneliti, dan perusahaan keamanan siber terkemuka dunia. Pengiriman proposal ke sesi Black Hat Arsenal, yang berfokus pada berbagi alat dan teknik keamanan siber, menunjukkan pengakuan internasional terhadap karya Bayu.
Bayu menjelaskan ide awal pembuatan Virtual Lab Cyber Security muncul dari keinginan untuk memfasilitasi pembelajaran keamanan siber secara praktis dan aman bagi mahasiswa. “Studi keamanan siber ini penting, tapi biasanya terhambat oleh keterbatasan akses ke lingkungan simulasi yang kompleks dan mahal,” ungkap Bayu.
Virtual Lab Cyber Security yang dibuatnya, sesuai namanya, menawarkan lingkungan simulasi keamanan siber yang fleksibel dan mudah diakses. Layaknya laboratorium fisik, di dalamnya terdapat berbagai konfigurasi jaringan dan sistem operasi yang memungkinkan mahasiswa untuk melatih kemampuan pencegahan dan penanggulangan serangan siber.
“Virtual Lab ini bisa diakses secara online, sehingga mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Ini juga efisien karena biaya yang dibutuhkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan membangun laboratorium fisik,” tambah Bayu.
Keunikan Virtual Lab Cyber Security terletak pada pendekatan masa datangnya. Bayu mendesainnya dengan mempertimbangkan tren keamanan siber terkini, termasuk serangan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). “Saya ingin mahasiswa bisa belajar menghadapi ancaman-ancaman terbaru dengan simulasi yang realistis,” ujarnya.
Bayu berharap Virtual Lab Cyber Security dapat menjadi sumber belajar yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan bahkan praktisi keamanan siber. “Di masa depan, saya ingin mengembangkannya menjadi platform pembelajaran yang lebih komprehensif dan terintegrasi,” ucapnya.
Shela Arifin, dosen Program Studi Teknik Informatika UMS yang membimbing Bayu, sangat bangga dengan pencapaian mahasiswa ini. “Bakyat prestasi Bayu ini merupakan bukti bahwa mahasiswa UMS telah mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Shela juga melihat karya Bayu sebagai pelopor bagi pengembangan pendidikan dan penelitian bidang keamanan siber di Indonesia. “Virtual Lab Cyber Security adalah solusi inovatif yang mampu mengimbangi kebutuhan dunia profesional dalam menghadapi ancaman siber,” tegasnya.
Kesimpulan
Prestasi Bayu Fedra tidak hanya menunjukkan potensi mahasiswa UMS dalam bidang teknologi, tapi juga menjadi aspirasi bagi pengembangan pendidikan dan solusi keamanan siber di Indonesia. Virtual Lab Cyber Security yang ia ciptakan menjadi simbol semangat inovasi dan kontribusi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks dan dinamis.